Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Penyintas Bencana di Aceh Tamiang, Dorong Pembangunan Hunian Tetap -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daftar Blog Saya

    Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Penyintas Bencana di Aceh Tamiang, Dorong Pembangunan Hunian Tetap

    Kabartujuhsatu
    Sabtu, 04 April 2026, April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T16:27:51Z
    masukkan script iklan disini


    Aceh, Kabartujuhsatu.news, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, turun langsung ke Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (4/4/2026), untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.


    Dalam kunjungan tersebut, Tito menyerahkan berbagai bantuan kebutuhan dasar yang ditujukan untuk membantu meringankan beban para penyintas.


    Bantuan yang disalurkan meliputi 276 paket perlengkapan ibadah, 276 paket sembako, 276 paket perlengkapan dapur, serta lima unit tempat penyimpanan air (toren) dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter.


    Menurut Tito, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk respons darurat pascabencana, melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan.


    Ia menegaskan pentingnya memahami kebutuhan riil masyarakat secara langsung di lapangan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.


    “Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih efektif,” ujar Tito.


    Dalam dialog dengan warga, Tito menyerap berbagai aspirasi yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Salah satu yang paling utama adalah permintaan pembangunan fasilitas air bersih berupa sumur bor, serta pembangunan hunian tetap (huntap).


    Mayoritas warga menginginkan konsep hunian komunal, mengingat lokasi tempat tinggal mereka saat ini berada di kawasan rawan banjir akibat luapan sungai. Kondisi ini membuat masyarakat merasa tidak aman untuk kembali menetap di lokasi lama.


    Tito menyatakan bahwa pemerintah akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan berkoordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.


    Selain itu, ia juga berencana menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan perkebunan setempat guna mencari solusi penyediaan lahan.


    “Kami akan segera berkoordinasi agar pembangunan hunian tetap bisa dipercepat. Jika persoalan lahan sudah selesai, maka proses pembangunan bisa segera dimulai,” jelasnya.



    Tito mengungkapkan bahwa pembangunan hunian tetap ditargetkan dapat rampung dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan, dengan catatan seluruh data pendukung dari pemerintah daerah telah lengkap.


    Ia mencontohkan beberapa daerah lain seperti Tapanuli Selatan dan Sibolga yang berhasil menyelesaikan pembangunan hunian dalam rentang waktu serupa.


    Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah akan memberikan bantuan tambahan berupa lauk pauk senilai Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan.


    Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat selama masa transisi.


    Tito juga menyoroti kondisi warga Desa Sekumur yang sempat mengalami keterisolasian cukup lama akibat dampak bencana pada akhir November tahun lalu. Akses jalan yang tertutup longsor dan lumpur menyebabkan distribusi bantuan serta mobilitas warga menjadi sangat terbatas.


    Karena itu, ia menegaskan pentingnya percepatan penanganan agar masyarakat tidak terlalu lama berada dalam kondisi sulit pascabencana.


    “Kita tidak ingin masyarakat terlalu lama hidup dalam kondisi seperti ini. Semua pihak harus bergerak cepat untuk memulihkan kehidupan mereka,” tegas Tito.


    Kunjungan Tito ke Aceh Tamiang merupakan bagian dari rangkaian agenda penerjunan praja IPDN gelombang ketiga sekaligus peninjauan langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut.


    Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat, antara lain Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi beserta jajaran Forkopimda.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini