Ilustrasi
Takalar, Kabartujuhsatu.news, Aksi unjuk rasa yang awalnya berjalan damai di depan Kantor Bupati Takalar mendadak berubah menjadi chaos! Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda, Masyarakat, dan Mahasiswa Lintas Laikang (Appamalla) dilaporkan mengamuk hingga merobohkan pagar utama kantor pemerintahan tersebut, Selasa (28/4/2026) siang.
Peristiwa mengejutkan ini terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Massa yang datang untuk menyuarakan aspirasi terkait berbagai persoalan di wilayah Laikang, tiba-tiba tersulut emosi. Situasi pun memanas, hingga berujung aksi dorong-dorongan dan perusakan fasilitas negara.
Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa massa mulai tidak terkendali saat terjadi provokasi di tengah kerumunan.
Dalam hitungan menit, pagar utama Kantor Bupati Takalar tak mampu menahan tekanan dan akhirnya roboh.
Suasana semakin mencekam ketika aparat keamanan berupaya mengendalikan situasi.
Kejadian ini langsung menuai reaksi keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua DPP BINPRO LIDIK PRO Sulawesi Selatan, Ismar, SH., yang dengan tegas mengecam tindakan anarkis tersebut.
“Ini bukan lagi soal menyampaikan aspirasi. Kalau sudah merusak fasilitas negara, itu jelas pelanggaran hukum!” tegas Ismar dalam keterangannya. Jumat (1/4/2026).
Ia menilai aksi tersebut telah mencederai nilai demokrasi dan merugikan masyarakat luas. Pasalnya, fasilitas yang dirusak merupakan aset negara yang dibangun dari uang rakyat.
Lebih lanjut, Ismar mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Takalar, untuk tidak tinggal diam. Ia meminta agar pelaku perusakan segera diidentifikasi dan ditangkap tanpa pandang bulu.
“Kami minta aparat segera bertindak cepat. Tangkap oknum-oknum yang memprovokasi dan menyebabkan kerusakan ini. Jangan sampai ada pembiaran!” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut. Sejumlah bukti tengah dikumpulkan, termasuk rekaman video dan keterangan saksi di lapangan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Takalar dikabarkan mulai menghitung total kerugian akibat kerusakan pagar utama tersebut. Nilainya diperkirakan tidak sedikit, mengingat struktur pagar yang cukup besar dan kokoh.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik dan memicu kekhawatiran akan potensi aksi serupa di masa mendatang. Banyak pihak berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas demi menjaga stabilitas dan keamanan daerah.
Apakah ini murni aksi spontan massa, atau ada dalang di balik kericuhan tersebut? Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum!
(Red)
