Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Suasana sore di sebuah warung kopi di kawasan Lalabata tampak berbeda dari biasanya. Di tengah obrolan santai para pengunjung, hadir sosok Lurah Botto, Haji Munadir Nurdin, S.Sos, yang justru memanfaatkan waktu di luar jam kerja untuk tetap melayani masyarakat.
Kegiatan tersebut terlihat di Warkop Olleng, saat warga dari Lingkungan Masewali, Kelurahan Botto, datang untuk berkonsultasi langsung terkait berbagai keperluan administrasi dan persoalan sosial di lingkungan mereka.
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 16.32 WITA itu berjalan santai namun penuh makna. Tanpa sekat formalitas kantor, warga tampak lebih leluasa menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka.
Lurah Botto pun merespons dengan pendekatan yang komunikatif dan terbuka, menciptakan suasana dialog yang hangat.
Menurut warga, cara seperti ini dinilai lebih efektif karena mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Selain itu, kehadiran lurah di ruang-ruang publik seperti warung kopi memberikan kesan bahwa pelayanan tidak harus selalu berlangsung di balik meja kantor.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Andi Riri, yang dikenal sebagai petugas Program Keluarga Harapan (PKH).
Kehadirannya menambah nilai diskusi, terutama dalam membahas program bantuan sosial dan kondisi warga penerima manfaat.
Langkah yang dilakukan oleh Lurah Botto ini menjadi contoh pendekatan pelayanan publik yang adaptif dan humanis.
Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin dinamis, inovasi dalam membangun komunikasi langsung seperti ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tingkat kelurahan.
Dengan memanfaatkan ruang-ruang informal seperti warung kopi, pemerintah kelurahan menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, selama ada komitmen untuk hadir dan mendengar.
(Red)









