Polemik Ketidakhadiran Bupati Soppeng di Konsolidasi Golkar, Supriansa : Tidak Perlu di Persoalkan karena Plt Ketua Golkar Saja tidak Permasalahkan

Dr Supriansa, SH, MH dan Plt Ketua Golkar Sulsel H Muhiddin M Said, SE, M.B.A (ist) 

Soppeng, Kabartujuhsatu.news,Pelaksanaan Kegiatan Konsolidasi DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan II yang dipusatkan di Kabupaten Soppeng pada Sabtu, 16 Mei 2026 lalu, menuai banyak apresiasi dari berbagai kalangan. Kegiatan yang dihadiri perwakilan Ketua DPD II dari sembilan kabupaten/kota tersebut dinilai berlangsung sukses, meriah, dan penuh semangat kekeluargaan kader Golkar.

Tidak hanya itu, suasana kegiatan bahkan disebut-sebut menyerupai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Hal itu disampaikan langsung oleh Plt Ketua Golkar Sulsel, H. Muhiddin M. Said, dalam sambutannya saat memberikan penilaian terhadap para peserta Musda yang hadir dalam agenda konsolidasi tersebut.

Namun di balik suksesnya kegiatan itu, muncul polemik di tengah publik terkait ketidakhadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng. Sejumlah pihak menyayangkan absennya orang nomor satu di Kabupaten Soppeng tersebut karena dinilai sebagai kader Partai Golkar yang seharusnya hadir dalam agenda penting partai.

Di sisi lain, sebagian kalangan menilai ketidakhadiran Suwardi Haseng bukanlah persoalan besar karena yang bersangkutan sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah.

Menanggapi polemik tersebut, Politisi Senior Golkar, Supriansa, akhirnya angkat bicara.

Saat dimintai keterangannya pada Rabu (20/5/2026), Supriansa menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak perlu lagi diperdebatkan apalagi dijadikan polemik berkepanjangan.

Menurutnya, Plt Ketua Golkar Sulsel sendiri tidak mempermasalahkan ketidakhadiran Bupati Soppeng dalam kegiatan konsolidasi tersebut. Bahkan, kata Supriansa, H. Muhiddin M. Said telah menyampaikan secara terbuka bahwa Suwardi Haseng sebelumnya sudah meminta izin karena sedang berada di Jakarta untuk urusan dinas.

“Pak Muhiddin sudah menjelaskan bahwa Pak Bupati Soppeng meminta izin karena ada kegiatan dinas di Jakarta,” ujar Supriansa.

Supriansa juga mengungkapkan bahwa komunikasi antara Bupati Soppeng dan  dirinya sebenarnya telah dilakukan sebelum kegiatan berlangsung.

“Malam sebelumnya juga Pak Bupati Soppeng menelepon kepada saya dan menyampaikan kemungkinan tidak sempat hadir pada kegiatan Konsolidasi, dan hal itu sudah saya sampaikan kepada Plt Ketua Golkar Sulsel,” kata Supriansa.

Pernyataan tersebut, kata Supriansa, perlu disampaikan agar tidak muncul asumsi liar di tengah masyarakat maupun kader partai yang dapat memicu kesalahpahaman.

Menurut mantan Anggota DPR RI Komisi III periode 2019–2024 itu, agenda konsolidasi Golkar di Soppeng sejatinya harus dilihat sebagai momentum memperkuat persatuan dan soliditas partai, bukan justru menimbulkan perdebatan internal.

Ia menilai suksesnya pelaksanaan kegiatan jauh lebih penting untuk diapresiasi dibanding memperbesar isu ketidakhadiran salah satu kader.

“Kita ini harus melihat substansi kegiatan. Konsolidasi berjalan sukses, kader hadir, semangat kebersamaan juga terlihat sangat kuat. Jadi jangan lagi persoalan ini diperbesar,” tegasnya.

Supriansa juga menekankan bahwa dirinya menyampaikan klarifikasi tersebut semata-mata demi kepentingan Partai Golkar agar tidak terjadi perpecahan opini di tengah kader maupun simpatisan partai.

Ia berharap seluruh kader Golkar di Sulawesi Selatan tetap menjaga kekompakan dan fokus menghadapi agenda-agenda politik ke depan.

“Ini untuk kepentingan Golkar. Jangan sampai hal-hal kecil justru memunculkan tafsir yang tidak perlu. Kita harus tetap solid,” katanya.

Kegiatan Konsolidasi DPD I Golkar Sulsel II di Kabupaten Soppeng sendiri memang menjadi perhatian publik dan kader partai karena dianggap sebagai salah satu agenda strategis Golkar Sulsel dalam memperkuat mesin politik menjelang agenda politik mendatang setelah kegiatan yang sama dilakukan di Zona 1 di Takalar dan III di Kabupaten Pinrang.

Atmosfer kegiatan yang penuh semangat dan kebersamaan membuat banyak pihak menilai Golkar Sulsel saat ini tengah berada dalam momentum konsolidasi yang cukup kuat.

Karena itu, Supriansa berharap seluruh elemen partai tidak lagi terjebak dalam polemik yang dinilai tidak produktif dan mulai kembali fokus menjaga persatuan partai.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana Golkar tetap besar, solid, dan terus hadir untuk masyarakat,” tutupnya.

(Red) 


Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates