Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Soppeng menggelar kegiatan di lokasi sederhana namun bernuansa alami, Singgah Sawah Timusu, ternyata bukan tanpa alasan.
Di balik suasana hijau yang menenangkan, tersimpan kebijakan tegas yang kini mulai diberlakukan, semua kegiatan pendidikan wajib digelar di dalam daerah!
Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Disdikbud Soppeng, Andi Sumangerukka, saat menghadiri pertemuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Gugus 1 Lalabata, Selasa (14/4/2026).
Dalam arahannya, Andi Sumangerukka tanpa ragu menyampaikan bahwa pihaknya tidak lagi memberikan izin bagi kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di luar Kabupaten Soppeng.
“Semua kegiatan harus dilaksanakan di dalam wilayah sebagai bentuk efisiensi anggaran dan dukungan terhadap potensi lokal,” tegasnya.
Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menekan pengeluaran, sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya daerah.
Pemilihan Singgah Sawah di Desa Timusu, Kecamatan Liliriaja, justru mendapat apresiasi tinggi, bukan hanya karena suasananya yang asri dan nyaman, tetapi juga karena lokasi ini merupakan bagian dari pelaku UMKM lokal.
Dengan menggelar kegiatan di tempat seperti ini, Disdikbud dinilai ikut menggerakkan ekonomi masyarakat, mendukung usaha lokal, dan mempromosikan potensi Wisata Desa.
Di tengah kebijakan efisiensi, Disdikbud tetap menekankan kualitas.
Andi Sumangerukka mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih dunia pendidikan di Soppeng.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, khususnya para kepala sekolah.
Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut juga terungkap rencana penting yaitu Penambahan gugus sekolah dari 3 menjadi 4 gugus
Dampaknya?, Sejumlah sekolah akan berpindah ke gugus baru dan terjadi penyesuaian sistem koordinasi.
Bahkan, momen ini juga menjadi ajang perpisahan bagi beberapa sekolah yang akan bergabung ke Gugus 4.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan, H. Andi Muh. Sulkarnaen, mengingatkan bahwa era digital menuntut keterbukaan informasi.
Ia menegaskan bahwa Kepala sekolah harus aktif di media,
Setiap kegiatan sekolah perlu dipublikasikan.
“Jangan sampai ketinggalan. Masyarakat harus tahu kerja-kerja kita,” tegasnya.
Menariknya, Direktur Perseroda Soppeng, Musdar Asman turut memanfaatkan momen ini untuk menawarkan kerja sama.
Ia mempromosikan Permandian Air Panas Lejja sebagai destinasi wisata edukatif bagi sekolah.
Menurutnya, tempat wisata lokal tersebut tak kalah menarik dari luar daerah dan
bisa jadi pilihan rekreasi akhir tahun ajaran, katanya.
Kegiatan ini ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya penyelenggara dari SDN 18 Mangkawani Lalabata.
Pemilihan Singgah Sawah pun dinilai sukses menciptakan suasana kegiatan yang Nyaman, Alami dan Produktif.
Keputusan Disdikbud Soppeng ini bukan sekadar soal tempat, tapi strategi besar yakni Hemat anggaran, Dukung UMKM, Majukan potensi lokal dan Tingkatkan kualitas pendidikan.
(Red)










