Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini terasa berbeda bagi Wakil Bupati Soppeng, Ir Selle KS Dalle. Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia melaksanakan Shalat Idul adha bersama masyarakat di Lapangan Gasis Watansoppeng, kali ini orang nomor dua di Kabupaten Soppeng itu justru memilih pulang kampung dan merayakan lebaran di Amessangeng, Desa Gorie, Kecamatan Marioriwawo.
Keputusan tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Selle mengaku memilih berlebaran di kampung halaman demi memenuhi permintaan anak-anaknya yang ingin merayakan hari raya bersama sang nenek tercinta.
“Kali ini kami bersama anak-anak berlebaran di kampung halaman di Amessangeng. Anak-anak ingin berkumpul bersama neneknya, dan hari jumat anak-anak kembali masuk sekolah, di makassar” ungkap Selle. Rabu (27/5/2026).
Momen Idul Adha tahun ini juga terasa berbeda karena dirinya tidak didampingi sang istri yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Meski begitu, suasana hangat keluarga tetap terasa di kampung halaman tempat ia dibesarkan.
Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Bupati, Selle menunjukkan bahwa nilai keluarga tetap menjadi prioritas utama. Kehadirannya di tengah masyarakat Desa pun mendapat sambutan hangat dari warga sekitar.
Meski memilih merayakan Idul Adha di kampung, Selle memastikan Rumah Jabatan Wakil Bupati tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.
“Bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi dan belum sempat ke rumah orang tua saya, rumah jabatan tetap terbuka dan melayani masyarakat,” katanya.
Menurut Selle, Idul Adha bukan hanya tentang perayaan keagamaan semata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kekeluargaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ia menilai tradisi pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga memiliki makna mendalam dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan yang mulai terkikis oleh kesibukan zaman.
“Nilai kebersamaan harus terus dijaga di tengah dinamika kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Selle juga mengajak masyarakat meneladani ketulusan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat pengorbanan dan kepedulian kepada sesama menjadi inti dari perayaan Idul Adha.
“Semangat Idul Adha sekiranya membawa keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Soppeng,” tutur Selle.
Perayaan Idul Adha di kampung kelahirannya itu pun menjadi simbol kuat bahwa seorang pemimpin tetap dekat dengan akar sosial dan budaya masyarakatnya.
Kehangatan kebersamaan yang tercipta di kampung halaman dinilai menjadi pengingat penting bahwa persaudaraan dan kekeluargaan harus terus dijaga lintas generasi.
Warga yang hadir pun tampak antusias menyambut kehadiran Wakil Bupati di tengah-tengah mereka. Tidak sedikit masyarakat yang mengaku bangga karena pemimpinnya tetap memilih merayakan hari besar bersama warga dan keluarga di kampung sendiri.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan sisi sederhana seorang pemimpin daerah yang tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan kekeluargaan di tengah aktivitas pemerintahan yang padat.
(Red)


