Barru, Kabartujuhsatu.news, Tidak semua perjalanan menuju kepemimpinan dimulai dari kenyamanan. Di Desa Libureng, tepatnya di Dusun Ulo, lahir seorang sosok yang tumbuh dari kesederhanaan, ditempa oleh kerasnya kehidupan, dan kini hadir membawa harapan baru bagi masyarakat.
Dialah Rahmatullah, pria kelahiran Tanete Riaja, 13 November 1978, yang dikenal luas sebagai figur pekerja keras, rendah hati, dan dekat dengan rakyat.
Terlahir dari keluarga petani, Rahmatullah tidak asing dengan kehidupan yang penuh perjuangan. Sejak kecil, ia telah memahami arti kerja keras, kejujuran, dan pentingnya gotong royong.
Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidupnya.
“Sejak kecil saya diajarkan bahwa hidup harus dijalani dengan kerja nyata dan keikhlasan,” ungkapnya. Ahad (12/4/2026).
Pendidikan ditempuhnya secara bertahap, mulai dari SD Negeri Ulo, SMP Negeri Ralla, hingga SMU Negeri 5 Ujung Pandang. Tekadnya untuk terus maju membawanya menyelesaikan pendidikan di Politeknik Negeri Makassar pada tahun 2002.
Perjalanan karier Rahmatullah bukanlah cerita instan. Ia memulai dari posisi teknis, belajar, berproses, dan membuktikan diri.
Kariernya dimulai sebagai Staff Quality Control di PT Bulungan Lestari Mandiri (2006–2007), di mana ia bertanggung jawab menjaga standar mutu produksi.
Selanjutnya, ia dipercaya menangani logistik di PT Dewanto Cipta Pratama, Samarinda (2007–2009). Di sini, ia belajar tentang distribusi dan manajemen sistem pengiriman.
Namun titik penting dalam perjalanan profesionalnya terjadi saat ia dipercaya sebagai Kepala Cabang Sub PT Mega Sari Timor yang bermitra dengan PT Semen Tonasa.
Selama lebih dari satu dekade (2011–2024), ia memimpin operasional, mengelola tim, serta memastikan distribusi berjalan optimal.
Pengalaman panjang ini membentuknya menjadi sosok yang Tegas dalam mengambil keputusan, Mampu mengelola tim, Berpikir strategis dan solutif.
Di tengah kesibukan profesional, Rahmatullah tetap pulang membawa kontribusi untuk kampung halamannya.
Ia dipercaya memimpin BUMDes Desa Libureng, sebuah peran penting dalam menggerakkan ekonomi Desa.
Melalui BUMDes, ia terlibat langsung dalam Pengelolaan potensi lokal, Penguatan ekonomi masyarakat dan Mendorong kemandirian desa.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdiannya bukan sekadar wacana.
Kepercayaan masyarakat terus mengalir. Banyak warga menginginkan perubahan yang lebih nyata di Desa Libureng.
Dorongan itulah yang akhirnya membuat Rahmatullah mengambil keputusan besar: maju sebagai calon Kepala Desa Libureng.
Bukan tanpa alasan, ia melihat masih banyak potensi Desa yang belum dimaksimalkan.
Komitmennya terhadap masyarakat juga terlihat dari rekam jejak organisasinya yang panjang:
Ketua Remaja Masjid Mubarak Ulo (1995–1998)
Ketua Bidang GAPEMBAR (1998–2023)
Ketua KOPEL Kecamatan Tanete Riaja (1999–2021)
Sekretaris IPMATARI (1999–2022)
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Mubarak Ulo (2014–sekarang)
Peran ini menjadikannya figur yang tidak hanya memimpin, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat.
Visi Besar untuk Libureng
Rahmatullah memiliki pandangan jelas tentang masa depan Desa.
Menurutnya, Desa Libureng memiliki potensi besar di sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Namun, semua itu harus didukung oleh tata kelola pemerintahan yang baik.
Ia mengusung visi:
“Desa Libureng Sejahtera: Pertanian Kuat, Pemuda Bersatu, Pasar Hidup, Gotong Royong Terjaga.”
Untuk mewujudkannya, ia menyiapkan sejumlah program prioritas:
Transparansi Dana Desa (DD).
Pembangunan jalan usaha tani
Penguatan BUMDes
Pemberdayaan UMKM
Program Desa Digital.
Rahmatullah adalah putra dari H. Rasulong, sosok yang dikenal sebagai pelopor pertanian di Desa Libureng.
Ia kini menjadi suami dari Sri Mulyawaty Yunus, seorang ASN, dan ayah dari tiga anak.
Baginya, keluarga adalah sumber semangat sekaligus pengingat akan tanggung jawab besar dalam setiap langkah.
“Jabatan Itu Amanah, Bukan Sekadar Kekuasaan”
Bagi Rahmatullah, kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan pengabdian.
“Desa harus dikelola dengan hati, kejujuran, dan kerja nyata,” tegasnya.
Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia kerja, serta rekam jejak organisasi yang panjang, ia hadir membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Libureng.
Kini, Desa Libureng berada di persimpangan menuju masa depan.
Dan di tengah harapan itu, nama Rahmatullah muncul sebagai salah satu sosok yang dipercaya mampu membawa perubahan.
Dari anak petani, menjadi pemimpin, sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang dirinya, tetapi tentang harapan seluruh masyarakat.
Apakah ini saatnya Libureng dipimpin oleh sosok yang benar-benar tumbuh dari rakyat?
(Red)











