Silaturahmi Pasca Lebaran di Soppeng, Husain Djunaid Tekankan Pentingnya Peran LSM sebagai Mitra Kritis Pemerintah -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Silaturahmi Pasca Lebaran di Soppeng, Husain Djunaid Tekankan Pentingnya Peran LSM sebagai Mitra Kritis Pemerintah

    Kabartujuhsatu
    Senin, 23 Maret 2026, Maret 23, 2026 WIB Last Updated 2026-03-23T10:41:02Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Momentum pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus bertukar pandangan terkait kondisi daerah.


    Hal ini terlihat dalam pertemuan santai yang berlangsung di Warkop Bahagia, Jalan Pemuda, Kabupaten Soppeng, Senin (23/3/2026).


    Dalam suasana penuh kehangatan, sejumlah tokoh hadir dan terlibat dalam diskusi ringan namun bermakna, di antaranya mantan anggota DPRD Kabupaten Soppeng dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, serta Ketua LSM Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (SIDIK) Mahmud Cambang.


    Salah satu tokoh yang turut hadir adalah Husain Djunaid, SH, MH, politisi PDI Perjuangan yang dikenal sebagai mantan Ketua PDIP pertama di masa Reformasi 1998 di Soppeng.


    Sosok yang akrab disapa Kakak Uceng ini juga dikenal sebagai salah satu pendiri Sanggar Merah Putih Soppeng serta pernah berkiprah sebagai wartawan muda di Fajar Group pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.


    Dalam perbincangan tersebut, Uceng menyampaikan pandangannya terkait pentingnya keberadaan LSM sebagai bagian dari sistem kontrol sosial dalam pemerintahan.


    Menurutnya, LSM memiliki peran strategis sebagai mitra kritis yang dapat memberikan masukan, saran, hingga kritik konstruktif kepada pemerintah.


    “LSM itu bukan untuk mencari kesalahan semata, tapi sebagai pengingat bagi pemerintah jika ada hal-hal yang belum berjalan sesuai aturan, jangan alergi dengan kritik,” ujarnya.


    Ia menekankan bahwa hubungan antara pemerintah dan LSM seharusnya dibangun dalam semangat kemitraan, bukan konfrontasi. Kerja sama yang baik, menurutnya, justru akan memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.


    Selain itu, Uceng juga menggarisbawahi pentingnya menjaga silaturahmi, terlebih dalam suasana pasca Lebaran.


    Ia menyebut bahwa perbedaan latar belakang, baik politik maupun organisasi, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menjalin komunikasi yang baik. 


    “Silaturahmi itu penting, apalagi setelah Lebaran. Perbedaan itu hal biasa, tapi komunikasi harus tetap terjaga,” tambahnya.



    Sebagai mantan Ketua Bappilu PDIP di masa kepemimpinan Basri Palaguna, Uceng mengaku terus mengikuti perkembangan dan dinamika yang terjadi di Kabupaten Soppeng.


    Ia juga mengapresiasi langkah LSM SIDIK yang dinilainya aktif menjalankan fungsi kontrol sosial.


    Uceng bahkan mengaku rutin membaca berbagai pemberitaan terkait kondisi daerah sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pembangunan dan situasi sosial di Soppeng.


    Lebih lanjut, ia berharap agar pemerintah daerah dapat membuka diri terhadap kritik dan masukan dari LSM maupun masyarakat luas.


    Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif harus dipandang sebagai bentuk kepedulian, bukan ancaman.


    “Pemerintah harus siap menerima kritik dan saran yang membangun. Itu penting untuk kemajuan daerah,” tegasnya.


    Sementara itu, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan pasca Idulfitri.


    Diskusi yang terjadi tidak hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga membuka ruang dialog antara berbagai elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih baik.


    Melalui momen seperti ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan LSM dapat terus terjalin demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini