Banda Aceh, Kabartujuhsatu.news, Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah sebagaimana tergambar dalam hasil kajian Jaringan Survei Inisiatif.
Ia menilai, berbagai indikator menunjukkan arah pengelolaan keamanan di Aceh yang semakin efektif, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut Nazaruddin, tren penurunan angka kriminalitas serta meningkatnya tingkat penyelesaian perkara menjadi bukti konkret profesionalisme jajaran kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolda Aceh.
Ia menyebut, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi penegakan hukum yang lebih sistematis dan pendekatan yang humanis kepada masyarakat.
“Capaian ini patut diapresiasi. Penegakan hukum berjalan lebih terukur, responsif, dan berdampak langsung pada rasa aman masyarakat,” ujar Nazaruddin dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).
Politikus yang juga menjabat Ketua MKD DPR RI itu menambahkan, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Dengan situasi yang kondusif, iklim investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat akan tumbuh lebih baik.
“Keamanan yang terjaga akan membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh,” katanya.
Selain aspek keamanan umum, Nazaruddin turut menyoroti langkah tegas Polda Aceh dalam pemberantasan narkotika. Pengungkapan sejumlah jaringan lintas provinsi dengan barang bukti dalam jumlah besar dinilai sebagai bentuk keseriusan aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.
Ia menegaskan, upaya tersebut bukan sekadar penindakan hukum, tetapi juga bagian dari perlindungan generasi muda Aceh dari ancaman narkotika.
“Upaya pemberantasan narkotika ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga ikhtiar menyelamatkan masa depan generasi muda Aceh,” tegasnya.
Menurutnya, konsistensi dalam memerangi narkoba menjadi indikator penting keseriusan institusi kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah.
Di sisi lain, Nazaruddin juga mengapresiasi pendekatan kepemimpinan Kapolda Aceh yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pencegahan dan perlindungan jangka panjang.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah konsep Green Policing, termasuk kegiatan penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan pesisir.
Program tersebut dinilai sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dari ancaman abrasi dan bencana alam.
Tak hanya itu, keterlibatan aktif Polda Aceh dalam percepatan pembangunan infrastruktur pascabanjir juga menjadi bukti komitmen kepolisian dalam mendukung pemulihan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan perlindungan jangka panjang, termasuk di sektor lingkungan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Sebagai mitra kerja kepolisian, Komisi III DPR RI, lanjut Nazaruddin, siap memberikan dukungan melalui fungsi pengawasan serta kebijakan yang memperkuat kapasitas institusi Polri.
Ia menilai, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian yang telah diraih.
“Kami mendukung penuh langkah-langkah positif yang sudah dilakukan Kapolda Aceh dan jajaran. Momentum ini harus terus dijaga demi kepentingan masyarakat luas,” tutupnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, stabilitas keamanan Aceh diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.
(Muhammad)



