Jelang Lebaran 2026, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Imbau RT/RW Perketat Pengawasan Saat Arus Mudik
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Jelang Lebaran 2026, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Imbau RT/RW Perketat Pengawasan Saat Arus Mudik

    Kabartujuhsatu
    Selasa, 03 Maret 2026, Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T08:55:28Z
    masukkan script iklan disini

    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengimbau seluruh jajaran lurah, camat, hingga ketua RT/RW untuk meningkatkan pengawasan keamanan lingkungan selama arus mudik.


    Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kerawanan keamanan saat banyak warga meninggalkan rumah dalam waktu bersamaan untuk pulang kampung. 


    Menurut Munafri yang akrab disapa Appi, tradisi mudik merupakan budaya tahunan yang tidak dapat dipisahkan dari perayaan Idul Fitri. Setiap tahun, jutaan masyarakat di berbagai daerah kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar.


    “Budaya mudik ini adalah tradisi yang selalu kita jalani setiap tahun. Tapi di balik kebahagiaan itu, ada potensi risiko keamanan yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.


    Appi menyoroti rencana kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan akan memperpanjang durasi masyarakat berada di luar kota.


    Dengan waktu mudik yang lebih panjang, potensi rumah kosong tanpa pengawasan juga semakin meningkat.


    Karena itu, Munafri meminta seluruh perangkat wilayah mulai dari tingkat kecamatan hingga RT/RW untuk aktif melakukan pemantauan lingkungan. Ia juga mendorong kolaborasi antara pengurus wilayah dengan aparat keamanan setempat. 


    “RT/RW memiliki fungsi strategis dalam menjaga keamanan lingkungan. Saya harap bisa bekerja sama dengan aparat terkait untuk memastikan tidak terjadi gangguan selama warga menjalankan mudik,” tegasnya.


    Selain menginstruksikan aparat wilayah, Munafri juga mengimbau masyarakat yang hendak mudik agar melapor terlebih dahulu kepada pengurus RT/RW setempat, terutama jika rumah akan ditinggalkan dalam keadaan kosong.


    Langkah tersebut dinilai penting untuk memudahkan proses pemantauan dan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.


    “Saya mengimbau masyarakat yang mau mudik agar menyampaikan kepada RT/RW-nya, apalagi rumah ditinggal kosong. Supaya kalau ada apa-apa, misalnya terjadi kebakaran, kita tahu apakah rumah itu kosong atau ada orang di dalamnya,” kata Appi.


    Ia mencontohkan, apabila terjadi insiden seperti kebakaran di rumah yang ditinggalkan tanpa adanya laporan, petugas akan kesulitan memastikan kondisi penghuni rumah. Hal ini dapat memperlambat proses evakuasi maupun penanganan darurat.

     

    Tak hanya soal potensi kebakaran, laporan kepada RT/RW juga dinilai efektif untuk mengantisipasi tindak kriminalitas seperti pencurian yang kerap meningkat saat musim mudik.


    Menurut Munafri, sinergi antara masyarakat dan aparat wilayah menjadi kunci menciptakan suasana Lebaran yang aman dan kondusif.


    Selain aspek keamanan lingkungan, ia juga mengingatkan warga untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi rumah sebelum ditinggalkan.


    Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:


    Memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik.


    Mematikan kompor dan memastikan tidak ada sumber api terbuka.


    Mencabut seluruh peralatan elektronik yang tidak digunakan untuk mencegah korsleting listrik.


    Mengecek instalasi listrik dan sumber air.


    “Hal-hal kecil seperti ini sering dianggap sepele, padahal bisa mencegah risiko besar,” tambahnya.


    Pemerintah Kota Makassar juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan situasi tetap kondusif selama periode mudik dan libur Lebaran 2026.


    Appi berharap, dengan kesiapsiagaan bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan tanpa gangguan yang berarti.


    “Yang terpenting, masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan tenang dan kembali ke Makassar dalam kondisi aman,” pungkasnya.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini