Makassar Dorong Kolaborasi Lintas Daerah, “Barru Corner” Disiapkan Jadi Pusat Promosi Wisata -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Makassar Dorong Kolaborasi Lintas Daerah, “Barru Corner” Disiapkan Jadi Pusat Promosi Wisata

    Kabartujuhsatu
    Selasa, 24 Maret 2026, Maret 24, 2026 WIB Last Updated 2026-03-24T07:57:53Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas daerah sebagai strategi utama dalam memperkuat promosi pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.


    Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) ke-VIII Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Daerah Barru (DPP-KKDB) yang berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa (24/3/2026).


    Dalam kesempatan itu, ia menawarkan konsep inovatif berupa “corner wisata”, yakni ruang promosi yang dapat dihadirkan dalam bentuk fisik maupun digital untuk menampilkan potensi unggulan daerah, mulai dari destinasi wisata, kuliner khas, hingga kekayaan budaya lokal.


    Menurut Munafri, konsep ini dapat menjadi jembatan strategis antara aktivitas perkotaan di Makassar dengan destinasi wisata di daerah sekitar, khususnya Kabupaten Barru.


    “Kita bisa bikin event di Makassar, tetapi kunjungan wisatanya diarahkan ke Barru. Ini akan saling menguntungkan,” ujarnya.


    Munafri menilai, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur. Oleh karena itu, kota ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pusat promosi pariwisata terpadu bagi daerah-daerah di sekitarnya.


    Ia menegaskan, keberadaan “corner wisata” tidak hanya berfungsi sebagai etalase informasi, tetapi juga sebagai penghubung antara potensi daerah dengan pasar wisata yang lebih luas.


    Dengan pendekatan tersebut, setiap daerah dapat memperkenalkan identitas dan keunggulannya secara lebih efektif kepada wisatawan yang datang ke Makassar.


    Munafri juga mencontohkan keberhasilan kolaborasi sebelumnya antara Makassar dengan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dalam penyelenggaraan MTQ Korpri tingkat nasional.


    Saat itu, pembukaan kegiatan dilakukan di Makassar, sementara rangkaian acara dilanjutkan di Pangkep. Model kolaborasi tersebut terbukti mampu mendatangkan lebih dari 4.000 peserta dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kedua daerah.


    “Ini bukti bahwa kolaborasi lintas daerah bisa memberikan manfaat nyata,” katanya.


    Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi yang dimiliki Barru.


    Ia menilai daerah tersebut memiliki keunggulan yang jarang dimiliki daerah lain, yakni kombinasi potensi laut, darat, dan industri.


    Salah satu destinasi yang disorot adalah Celebes Canyon, yang dinilai memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.


    Selain itu, keberadaan Pelabuhan Garongkong juga dinilai sebagai aset strategis yang dapat mendukung pengembangan sektor industri, termasuk peluang investasi di bidang perkapalan.


    Munafri bahkan menyebut adanya minat investor untuk mengembangkan industri tersebut di Barru. Jika terealisasi, maka aktivitas pendukung seperti akomodasi dan jasa lainnya diprediksi akan berkembang di Makassar.


    “Kalau industrinya di Barru, maka aktivitas pendukungnya banyak di Makassar. Artinya, dua daerah sama-sama untung,” jelasnya.


    Sebagai langkah konkret, Munafri mendorong Pemerintah Kabupaten Barru untuk segera menghadirkan “Barru Corner” di Makassar.


    Ruang ini diharapkan menjadi pusat informasi sekaligus promosi wisata dan ekonomi daerah Barru.


    Ia bahkan menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Makassar untuk memfasilitasi ruang tersebut tanpa biaya.


    “Carilah lokasi terbaik di Makassar. Kami siapkan ruangnya agar masyarakat bisa mengenal potensi Barru,” tegasnya.


    Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyoroti pentingnya peran organisasi kedaerahan seperti DPP-KKDB dalam memperkuat jejaring promosi daerah.


    Menurutnya, organisasi semacam ini memiliki posisi strategis dalam mengangkat potensi lokal, sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.


    Ia berharap Mubes ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menghasilkan gagasan-gagasan inovatif dan langkah strategis yang mampu menjawab tantangan zaman.


    Munafri mengingatkan bahwa saat ini masyarakat berada dalam era perubahan yang sangat cepat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun teknologi. Oleh karena itu, organisasi harus mampu beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan.


    Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci utama dalam menghadapi dinamika tersebut.


    Selain pembangunan ekonomi, Munafri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas daerah.


    Ia menilai, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga komunitas dan organisasi masyarakat.


    Di akhir sambutannya, Munafri mengajak seluruh keluarga besar KKDB untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.


    “Mari kita jaga kebersamaan, memperkuat gotong royong, dan berkontribusi untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini