Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Upaya meningkatkan perekonomian daerah tidak bisa hanya bergantung pada potensi sumber daya alam semata. Diperlukan inovasi dan pemanfaatan sektor jasa yang lebih kreatif dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan politisi PDIP, Husain Djunaid, SH, MH saat berbincang santai dengan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Adi Mannahawu dan Ade Irawan Ketua NasDem Soppeng di Warkop Olleng, Jalan Pemuda, Watansoppeng, Selasa (24/3/2026).
Dalam diskusi tersebut, keduanya menyoroti kondisi lantai 3 Pusat Pertokoan (Pusper) Watansoppeng yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.
Adi Mannahawu mengungkapkan bahwa ruang tersebut sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya di sektor jasa dan hiburan.
“Selama ini sudah beberapa kali dimanfaatkan, mulai dari tempat billiard, bioskop, hingga tempat karaoke. Bahkan sempat dijadikan pusat kuliner UMKM, tetapi tidak bertahan lama,” ujarnya.
Menurutnya, kegagalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar ke depan pemanfaatan ruang bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Adi kemudian mengusulkan konsep baru, yakni menjadikan lantai 3 Pusper sebagai arena olahraga modern seperti padel, yang saat ini tengah populer di berbagai kota besar.
“Olahraga padel ini sedang tren dan bisa menarik minat anak muda. Selain itu, konsepnya juga bisa dikombinasikan dengan fasilitas pendukung seperti tempat ganti kostum dan toilet yang memadai,” jelasnya.
Ia menilai, kehadiran fasilitas olahraga modern tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru serta meningkatkan perputaran ekonomi di kawasan tersebut.
Menanggapi hal itu, Husain Djunaid yang akrab disapa Uceng menyambut baik gagasan tersebut.
Ia menekankan pentingnya mendorong sektor jasa sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, daerah seperti Soppeng memiliki peluang besar untuk berkembang melalui sektor jasa jika dikelola dengan baik dan inovatif.
“Kalau kita hanya mengandalkan potensi alam, pertumbuhannya akan terbatas. Tapi sektor jasa bisa berkembang lebih cepat, apalagi kalau didukung dengan ide-ide kreatif seperti ini,” ungkapnya.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Soppeng dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan itu juga menambahkan bahwa pemanfaatan aset daerah harus dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyinggung pentingnya studi kelayakan sebelum merealisasikan program tersebut, agar investasi yang dilakukan tidak kembali mengalami kegagalan seperti sebelumnya.
“Harus ada kajian yang matang, melihat segmentasi pasar, daya beli masyarakat, serta tren yang berkembang. Jangan sampai hanya semangat di awal, tapi tidak bertahan,” tegasnya.
Selain itu, Uceng yang juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Jamkrida Sulsel menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan program tersebut.
“Kalau dikelola bersama dan melibatkan komunitas, peluang suksesnya akan jauh lebih besar,” tambah salah satu pendiri sanggar merah putih Soppeng ini.
Diskusi santai tersebut diharapkan menjadi awal munculnya gagasan-gagasan baru dalam mendorong pemanfaatan ruang publik di Soppeng agar lebih produktif dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat..
Dengan konsep yang tepat dan pengelolaan yang profesional, lantai 3 Pusper Watansoppeng berpotensi menjadi salah satu pusat aktivitas baru yang mampu menggerakkan sektor jasa sekaligus menjadi ikon modernisasi kota.
(Red)











