Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pagi itu, matahari bersinar lembut di atas Pasar Sentral Takalala, Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Waktu baru menunjukkan pukul 08.45 WITA, namun suasana pasar sudah begitu hidup. Aroma rempah dan sayur segar bercampur dengan suara tawar-menawar yang bersahut-sahutan, menghadirkan irama khas pasar tradisional yang selalu dirindukan, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.
Bagi warga, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah momentum kebersamaan, tradisi, dan persiapan menyambut hari-hari penuh berkah.
Tak heran jika aktivitas jual beli di pasar meningkat signifikan. Beras, gula, minyak goreng, telur, daging, hingga sayur-mayur menjadi komoditas yang paling dicari.
Di antara deretan kios yang dipenuhi pembeli, tampak beberapa personel Polsek Marioriwawo berseragam lengkap.
Kehadiran mereka bukan untuk menimbulkan jarak, melainkan menghadirkan rasa tenang.
Dengan langkah sigap namun tetap humanis, para petugas menyusuri lorong pasar, sesekali menyapa pedagang dan pembeli.
Di bagian depan pasar, dua personel terlihat mengatur arus lalu lintas. Kendaraan roda dua dan mobil yang silih berganti masuk-keluar diarahkan agar tidak menimbulkan kemacetan.
Lonjakan pengunjung memang kerap membuat area sekitar pasar padat, terutama menjelang Ramadhan.
“Kalau begini rasanya lebih nyaman berbelanja,” ujar seorang ibu rumah tangga yang datang bersama anaknya.
Ia mengaku merasa lebih tenang melihat polisi berjaga, apalagi saat membawa uang tunai dalam jumlah cukup besar untuk belanja kebutuhan sebulan ke depan.
Selain mengatur lalu lintas, personel Polsek Marioriwawo juga aktif memberikan imbauan.
Mereka mengingatkan pedagang dan pembeli agar waspada terhadap potensi tindak kriminalitas seperti pencurian maupun peredaran uang palsu yang biasanya meningkat di tengah ramainya transaksi.
Seorang pedagang sembako mengaku pernah hampir menerima uang palsu beberapa tahun lalu saat Ramadhan. Karena itu, ia menyambut baik langkah preventif aparat. “Kami jadi lebih hati-hati sekarang,” katanya sambil tersenyum.
Tak hanya soal keamanan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok strategis.
Mereka mendatangi beberapa lapak untuk memastikan stok beras, gula, minyak goreng, telur, daging, dan sayuran dalam kondisi aman.
Dari hasil pengecekan langsung, tidak ditemukan kelangkaan maupun lonjakan harga signifikan.
Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang khawatir akan kenaikan harga menjelang lebaran.
Kapolres Soppeng, Aditya Pradana, menegaskan bahwa pengamanan pasar selama Ramadhan merupakan bagian dari komitmen Polres Soppeng dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Menurutnya, bulan suci identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di pusat-pusat perbelanjaan tradisional. Karena itu, kehadiran aparat di lapangan adalah bentuk nyata perlindungan sekaligus pelayanan.
“Di bulan suci ini, aktivitas masyarakat tentu meningkat, khususnya di pasar tradisional. Kami ingin memastikan masyarakat dapat berbelanja dengan tenang tanpa rasa khawatir, baik dari sisi keamanan maupun ketersediaan bahan pokok,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif selama Ramadhan. Kepedulian sosial dan kewaspadaan, menurutnya, menjadi kunci utama.
Menjelang siang, aktivitas pasar tetap ramai namun tertib. Tidak ada insiden berarti. Warga berbelanja dengan wajah sumringah, pedagang melayani dengan semangat, dan aparat tetap siaga dengan pendekatan yang ramah.
Di tengah riuhnya pasar, ada satu hal yang terasa kuat, kebersamaan. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang rasa saling menjaga.
Di Pasar Takalala pagi itu, polisi dan masyarakat berdiri di sisi yang sama, merawat ketenangan agar bulan suci benar-benar menjadi momen penuh berkah.
Polsek Marioriwawo memastikan pengamanan dan monitoring pasar akan terus dilakukan secara berkala selama Ramadhan.
Bagi warga Takalala dan sekitarnya, kehadiran aparat bukan sekadar penjaga keamanan, melainkan bagian dari wajah pelayanan yang semakin dekat dan membumi.
(Red)




