Isu MBG Ramai Diberitakan, Dugaan Penyadapan Presiden Justru Terasa Sunyi di Media Lokal

Isu MBG Ramai Diberitakan, Dugaan Penyadapan Presiden Justru Terasa Sunyi di Media Lokal


Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Perbedaan perhatian media lokal terhadap isu yang berkembang di tengah masyarakat kembali menjadi sorotan. Ketika persoalan yang berkaitan dengan karyawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat, sejumlah media lokal terlihat aktif mengangkat dan mengembangkan pemberitaan.

Namun, ketika muncul isu nasional mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto, perhatian media lokal justru dinilai belum terlihat sebanding dengan besarnya perhatian publik terhadap persoalan tersebut.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana media lokal menjalankan fungsi jurnalistiknya dalam mengawal isu-isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara.

Bukan berarti persoalan MBG tidak penting. Isu yang menyangkut pelayanan publik, perilaku aparatur, maupun persoalan di lingkungan masyarakat tetap layak mendapat perhatian media.

Akan tetapi, dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius yang juga membutuhkan perhatian, penelusuran, dan pemberitaan secara proporsional.

Publik pun mulai mempertanyakan mengapa isu yang dekat dengan lingkungan lokal begitu cepat mendapatkan ruang pemberitaan, sementara isu nasional yang menyangkut keamanan negara justru belum banyak mendapat perhatian dari sejumlah media daerah.

Apakah hal ini berkaitan dengan keterbatasan akses informasi, pertimbangan redaksi, minimnya bahan pemberitaan, atau persoalan keberanian dalam mengembangkan isu yang lebih kompleks?

Tentu, setiap perusahaan pers memiliki kebijakan editorial masing-masing. Namun, fungsi media tidak sebatas menyampaikan peristiwa yang mudah dijangkau. Pers juga memiliki tanggung jawab menghadirkan informasi penting, melakukan verifikasi, serta mendorong transparansi terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

Kualitas sebuah media bukan diukur dari seberapa sering menerbitkan berita atau seberapa ramai sebuah isu diperbincangkan. Lebih dari itu, kualitas jurnalistik tercermin dari ketajaman membaca persoalan, kedalaman menggali fakta, independensi, serta keberanian menyampaikan informasi yang telah terverifikasi.

Media lokal juga memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam isu nasional. Tidak harus selalu menjadi yang pertama, tetapi setidaknya mampu memberikan perspektif, konteks, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat daerah.

Jangan sampai perhatian terhadap isu lokal membuat media kehilangan kepekaan terhadap persoalan yang lebih luas dan menyangkut kepentingan bangsa.

Pada akhirnya, kepercayaan publik terhadap media tidak dibangun hanya melalui banyaknya berita yang dipublikasikan, melainkan melalui kualitas, integritas, dan tanggung jawab informasi yang disampaikan.

Sebagai catatan, Tulisan ini Rabu (4/11/2026) merupakan opini dan kritik terhadap fenomena perhatian pemberitaan media, bukan tuduhan terhadap media atau wartawan tertentu. Dugaan penyadapan tetap harus ditempatkan sebagai dugaan sampai dibuktikan melalui proses hukum dan informasi resmi yang dapat diverifikasi.

(AAT) 

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates