Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pihak mitra Yayasan Nurul Ilham akhirnya angkat bicara terkait polemik pemberitaan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN Jalan Kemakmuran, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.
Indra Atmaja selaku perwakilan mitra Yayasan Nurul Ilham, menegaskan bahwa SPPG BGN Jalan Kemakmuran atau SPPG Lalabata 01 tidak berstatus suspend. Namun, ia membenarkan bahwa kegiatan operasional unit tersebut memang dihentikan sementara sesuai kebijakan yang berlaku.
Menurut Indra, penghentian sementara itu berkaitan dengan kendala administrasi, khususnya persoalan pelaporan harian yang menjadi salah satu persyaratan dalam pelaksanaan operasional SPPG yang dananya belum masuk ke Yayasan.
"Ini bukan suspend, tetapi memang dilarang beroperasi untuk sementara waktu dengan menggunakan uang pribadi, karena dananya memang belum masuk" ungkap Indra saat memberikan klarifikasi di Triple 8 Reverside Jumat (30/10/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi serupa tidak hanya terjadi di Kabupaten Soppeng. Berdasarkan keterangannya, terdapat sekitar 6.000 SPPG di berbagai wilayah Indonesia yang turut mengalami penghentian sementara akibat persoalan serupa.
Di sisi lain, polemik juga mencuat setelah adanya pernyataan salah seorang karyawan perempuan SPPG yang keberatan dengan pemberitaan mengenai terhentinya distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mengutip pemberitaan Potretsulsel.com, karyawan tersebut mempertanyakan alasan media mengangkat persoalan penghentian pelayanan, meskipun hal itu berkaitan dengan program yang diperuntukkan bagi masyarakat.
“Apa masalahnya kalau terhenti, na ndak adaji keberatan dari orang tua murid. Apa hubungannya media menulis masalah ini,” demikian pernyataan yang dikutip dari pemberitaan tersebut.
Bahkan, karyawan itu juga mengaitkan pemberitaan tersebut dengan dugaan adanya permintaan uang oleh wartawan kepada pihak yayasan.
“Terus, kalau berita seperti ini ditulis, ujung-ujungnya wartawan pasti minta uang saja ke yayasan, sudah banyak kejadian,” ujarnya sebelum masuk ke dalam dapur.
Menanggapi persoalan tersebut, Indra secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers atas sikap dan pernyataan salah seorang karyawan yang dinilai keliru dalam berkomunikasi dengan wartawan.
"Mewakili oknum karyawan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan yang terjadi," ujarnya.
Indra mengaku telah memberikan teguran keras kepada karyawan yang bersangkutan. Ia juga menegaskan bahwa setiap karyawan perlu memahami tugas dan fungsi wartawan dalam menjalankan profesinya.
Menurutnya, wartawan memiliki peran penting dalam mencari, mengumpulkan, mengolah, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, hubungan komunikasi yang baik dengan insan pers perlu dijaga oleh seluruh pihak.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi internal bagi pengelola SPPG agar persoalan serupa tidak kembali terulang.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi upaya pihak mitra Yayasan Nurul Ilham untuk meluruskan informasi mengenai kondisi SPPG Lalabata 01, terutama terkait status penghentian sementara operasional dan polemik komunikasi antara karyawan dengan wartawan.
(Red)
