Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Turunnya hujan di Kabupaten Soppeng setelah melewati musim kemarau yang cukup panjang disambut gembira oleh masyarakat. Rintik hujan yang mulai membasahi sejumlah wilayah menjadi harapan baru, terutama bagi warga yang selama ini menantikan datangnya musim penghujan.
Rasa syukur tersebut juga dirasakan Camat Marioriwawo, Andi Ahmad Masykur. Ia mengaku bersyukur atas turunnya hujan yang mulai mengguyur wilayah Kabupaten Soppeng, khususnya Kecamatan Marioriwawo.
Menurutnya, intensitas hujan yang belum terlalu deras justru patut disyukuri. Sebab, kondisi geografis Marioriwawo memiliki sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami longsor apabila diguyur hujan dengan intensitas tinggi secara tiba-tiba.
"Alhamdulillah, kita tentu bersyukur hujan sudah mulai turun. Namun, kita juga berharap intensitasnya tetap terjaga dan tidak langsung terlalu deras, mengingat ada beberapa wilayah di Marioriwawo yang berpotensi mengalami longsor," ujar Andi Ahmad Masykur saat berbincang santai di Warkop Bahagia, Watansoppeng, Sabtu (31/10/2026).
Ia menambahkan, datangnya hujan juga membawa harapan bagi masyarakat, khususnya para petani sawah dan petani kebun yang selama ini membutuhkan pasokan air untuk mendukung aktivitas pertanian mereka.
Setelah cukup lama menghadapi musim kemarau, turunnya hujan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air, mengembalikan kondisi lahan pertanian, serta memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski demikian, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan yang rawan longsor, seiring meningkatnya intensitas hujan.
Bagi masyarakat Soppeng, hujan kali ini bukan sekadar perubahan cuaca, tetapi juga membawa harapan baru bagi keberlangsungan pertanian dan kehidupan sehari-hari.
(Red)
