Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Sebuah momen kebersamaan antara Dr. Supriansa, SH, MH dan Dr. Ilham Arif Sirajuddin (IAS) menyedot perhatian. Keduanya merupakan tokoh politik Sulawesi Selatan yang memiliki rekam jejak panjang di panggung pemerintahan dan politik.
Supriansa, mantan anggota DPR RI Komisi III sekaligus mantan Wakil Bupati Soppeng, kini dipercaya mengemban posisi sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Dr. Ilham Arif Sirajuddin, yang akrab disapa IAS.
Kebersamaan keduanya terlihat dalam sebuah momen di Bali Dalam unggahan tersebut tertulis kalimat singkat, “With Pa’ ACO, Insya Allah Sulawesi Selatan.”
Dalam unggahan tersebut tampak simbol dua gelas minuman dingin berwarna kuning yang menemani pertemuan keduanya.
Ada pula pesan yang menyertai momen tersebut:
“CATATLAH PERISTIWAMU KARENA ITU INDAH HARI ESOK.”
Kalimat tersebut membuat pertemuan Supriansa dan IAS menarik perhatian, terlebih keduanya kini berada dalam satu barisan di tubuh Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Supriansa dikenal sebagai figur yang memiliki karakter tegas. Latar belakangnya sebagai aktivis 98 turut membentuk gaya politiknya yang kritis dan lugas. Pengalamannya sebagai Wakil Bupati Soppeng hingga anggota DPR RI Komisi III juga menjadi bagian dari perjalanan politiknya.
Sementara IAS merupakan mantan Wali Kota Makassar dua periode. Namanya juga pernah menghiasi kontestasi politik tingkat provinsi ketika maju sebagai calon Gubernur Sulawesi Selatan.
Pertemuan tersebut belum secara eksplisit menjelaskan agenda politik tertentu. Namun, pesan yang disampaikan dalam unggahan itu membuka ruang tafsir mengenai arah dan dinamika politik Golkar Sulsel ke depan. Kamis (10/9/2026).
Di tengah perjalanan politik Sulawesi Selatan yang terus bergerak, kebersamaan dua figur tersebut menjadi catatan tersendiri. Apalagi, Supriansa kini menempati posisi strategis sebagai Ketua Harian Golkar Sulsel.
“With Pa’ ACO, Insya Allah Sulawesi Selatan” pun menjadi kalimat yang memantik perhatian publik dan menambah warna baru dalam dinamika politik Golkar di Sulawesi Selatan.
(Red)