Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, H. Andi Muhammad Farid, menyampaikan pesan tegas pada peringatan HUT ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng jalan Kemakmuran, Senin, 7 September 2026.
Di hadapan insan pers, Andi Farid menegaskan bahwa keberadaan media bukan sekadar sebagai penyampai informasi pemerintah, tetapi memiliki posisi penting sebagai bagian dari kontrol terhadap jalannya pemerintahan.
Menurutnya, pemerintahan yang sehat membutuhkan pengawasan. Dan pengawasan itu tidak mungkin hanya dilakukan dari dalam institusi pemerintahan sendiri.
“Dalam penyelenggaraan pemerintahan kita tidak bisa kawal dengan diam-diam. Maka peran media sangat dibutuhkan,” tegas Andi Farid.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan paling kuat dalam momentum HUT ke-14 IWO Soppeng.
Bagi Andi Farid, media memiliki ruang strategis untuk mengawal pembangunan sekaligus meluruskan berbagai informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.
Karena itu, ia mendorong insan pers untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Soppeng.
“Teruslah memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Soppeng,” pesannya.
Andi Farid juga mengapresiasi eksistensi IWO Soppeng di bawah kepemimpinan Ketua PD IWO Soppeng, Kamaruddin.
Ia mengakui keberadaan organisasi wartawan online memiliki arti penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah, lembaga legislatif dan masyarakat.
Namun, hubungan tersebut menurutnya harus tetap berada dalam koridor profesional.
Media diperlukan bukan hanya ketika pemerintah memiliki program untuk diberitakan, tetapi juga ketika kebijakan perlu dikritisi dan persoalan publik harus dibuka ke ruang masyarakat.
Dengan kata lain, pers tidak boleh hanya hadir ketika ada seremoni, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan suara.
Andi Farid bahkan menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, kontrol sosial yang berjalan dengan baik pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sangat penting kerja sama dengan insan pers, LSM agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik karena jika tidak tercapai maka yang akan menjadi korban adalah masyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak semestinya dipandang sebagai ancaman.
Sebaliknya, kritik yang disampaikan berdasarkan data dan fakta dapat menjadi bagian dari mekanisme koreksi terhadap kebijakan pemerintah.
Di tengah derasnya arus informasi digital, posisi media juga semakin penting. Pers dituntut tidak sekadar cepat memberitakan, tetapi mampu memilah informasi, melakukan verifikasi dan menghadirkan pemberitaan yang berimbang.
Pada momentum HUT ke-14 IWO ini, Andi Farid mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga, institusi dan elemen masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi dan kebersamaan di Kabupaten Soppeng.
Namun di balik ajakan bersinergi tersebut, satu pesan penting patut digarisbawahi:
Bersinergi bukan berarti membungkam kritik.
Bermitra bukan berarti kehilangan independensi.
Sebab pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang hanya mendapatkan pujian, melainkan pemerintah yang mampu menerima kritik dan menjadikannya bahan evaluasi.
Dan pers yang kuat bukanlah pers yang paling dekat dengan kekuasaan, melainkan pers yang tetap berani menyuarakan kepentingan masyarakat ketika kepentingan publik membutuhkan pembelaan.
Di HUT ke-14 IWO Soppeng, Ketua DPRD telah mengingatkan: pemerintahan tidak cukup diawasi dari dalam. Pers harus hadir, melihat, mengkritisi dan menyuarakan apa yang terjadi di tengah masyarakat.
(Red)
