Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Suasana berbeda terlihat di UPT SMA Negeri 4 Soppeng, Kamis (10/9/2026). Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara siswa SMA dan SD.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) itu mempertemukan keluarga besar SMAN 4 Soppeng dengan siswa UPT SD Negeri 3 Lemba.
Tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Melalui Seni, Kreativitas dan Kebersamaan” menjadi benang merah kegiatan. Pesan keagamaan tidak hanya disampaikan melalui tausiyah, tetapi juga diterjemahkan siswa melalui qasidah, nasyid, salawat, musikalisasi puisi hingga drama Islami.
Yang membuat kegiatan ini semakin bermakna, sebagian siswa SD Negeri 3 Lemba memang tengah menjalani aktivitas pembelajaran di lingkungan SMAN 4 Soppeng.
Sejumlah ruang belajar SDN 3 Lemba saat ini sedang direnovasi. Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, pihak SMAN 4 Soppeng memberikan ruang belajar bagi siswa SD tersebut selama proses renovasi berlangsung.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Kepala Bidang PAUD Andi Nur Alam, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.
Menurutnya, langkah SMAN 4 Soppeng memberikan fasilitas pembelajaran menunjukkan adanya kepedulian dan kolaborasi antarsatuan pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Soppeng, kata dia, menyampaikan terima kasih karena siswa SDN 3 Lemba tetap memperoleh ruang untuk belajar meski sekolahnya sedang menjalani renovasi.
Kepala UPT SMA Negeri 4 Soppeng, Agusnadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di sekolah.
Salah satu pembiasaan yang diterapkan adalah kewajiban bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan untuk menghafal Juz 30.
Hafalan tersebut kemudian disetorkan siswa setiap Jumat.
Bagi Agusnadi, pembinaan semacam itu bukan sekadar mengejar kemampuan menghafal, tetapi membangun kebiasaan positif dan karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.
PENTAS PAI pun menjadi salah satu wadah untuk memperluas pembinaan tersebut.
Melalui seni dan kreativitas, siswa diberikan kesempatan untuk mengekspresikan pemahaman keagamaannya. Pendidikan agama tidak hanya berlangsung melalui materi pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman tampil, bekerja sama dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain.
Hikmah Maulid disampaikan Ustaz H. Muh. Tahir, SE., S.Ag., M.Pd.
Ia menilai konsep kegiatan tersebut memberikan ruang yang luas bagi siswa dan guru untuk menghidupkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, salawat tidak harus selalu disampaikan dalam bentuk ceramah atau pembacaan bersama.
Pesan kecintaan kepada Rasulullah juga dapat disampaikan melalui qasidah, nasyid, puisi maupun drama Islami.
Ia bahkan mendorong agar pembiasaan bernuansa religius dimulai sejak siswa tiba di sekolah pada pagi hari.
Salah satunya dengan menyambut kedatangan siswa melalui lantunan salawat Nabi.
Dengan begitu, nilai-nilai Maulid tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang hidup di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengawas PAI Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Ketua Ikatan Alumni SMAN 4 Soppeng, Ketua Komite SMAN 4 Soppeng, Kepala UPT SD Negeri 3 Lemba, jajaran guru dan tenaga kependidikan kedua sekolah, orangtua serta para siswa.
Maulid Nabi dan PENTAS PAI akhirnya bukan sekadar panggung pertunjukan. Kegiatan itu menjadi gambaran bagaimana sekolah dapat menjadi ruang bersama untuk belajar, berbagi dan membangun karakter melalui agama, seni dan kebersamaan.
(Red)