Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Sekitar 150 warga memadati Aula Kantor Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Rabu (27/8/2026). Mereka antusias mengikuti kegiatan reses masa persidangan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng, Andi Mahfud, S.Sos, politisi Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Marioriwawo yang akrab disapa Pung Pulli.
Reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan sekaligus harapan terkait pembangunan di Desa Congko.
Sejumlah unsur masyarakat turut hadir, di antaranya Ketua BPD Desa Congko, para kepala dusun, Ketua Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT dan RW, perwakilan kelompok tani, serta masyarakat umum.
Dalam sesi dialog, sedikitnya lima persoalan utama disampaikan warga. Aspirasi tersebut meliputi irigasi persawahan, program bedah rumah, listrik masuk sawah, akurasi data pendataan sosial, serta penerangan jalan umum (PJU).
Persoalan irigasi menjadi salah satu perhatian utama kelompok tani karena berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian dan produktivitas masyarakat. Warga juga berharap program bedah rumah dapat menyentuh keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, masyarakat meminta perhatian terhadap kebutuhan listrik di area persawahan, pembenahan akurasi data sosial agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran, serta penambahan penerangan jalan untuk menunjang keamanan dan mobilitas warga.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Andi Mahfud menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan masyarakat Desa Congko melalui fungsi dan kewenangannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Soppeng.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini, mulai dari masalah irigasi, data desil sosial yang perlu dievaluasi, hingga penerangan jalan, menjadi catatan penting bagi saya. Sebagai wakil rakyat dari Dapil V Marioriwawo, saya akan mengawal dan mengomunikasikannya secara intensif kepada dinas terkait agar masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah,” tegas Pung Pulli.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memastikan suara masyarakat di tingkat desa dapat tersampaikan dalam pembahasan pembangunan daerah.
Aspirasi yang dihimpun selanjutnya akan menjadi bagian dari laporan hasil reses DPRD Kabupaten Soppeng dan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan pada penyusunan RKPD mendatang.
Warga pun berharap berbagai persoalan yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan reses, tetapi benar-benar mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Kegiatan ditutup dengan silaturahmi dan foto bersama. Masyarakat Desa Congko berharap komunikasi antara wakil rakyat dan warga terus terjaga sehingga kebutuhan pembangunan di wilayah mereka dapat diperjuangkan secara berkelanjutan.
(Red)
