Ngopi Bareng Mahasiswa, Kapolresta Sidoarjo Tegaskan Aspirasi Boleh Keras, Tapi Jangan Anarkis

Ngopi Bareng Mahasiswa, Kapolresta Sidoarjo Tegaskan Aspirasi Boleh Keras, Tapi Jangan Anarkis


Sidoarjo, Kabartujuhsatu.news, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing membuka ruang dialog langsung dengan kalangan mahasiswa melalui kegiatan “Ngopi Bareng Kapolresta Sidoarjo Bersama Mahasiswa”, Rabu (26/8/2026) malam.

Forum tersebut menjadi momentum penting di tengah dinamika sosial yang semakin cepat berubah. Bukan hanya membahas kamtibmas, pertemuan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan organisasi kemahasiswaan (Ormek) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Christian Tobing menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial. Kritik, gagasan dan aspirasi mahasiswa dinilai sebagai bagian penting dalam mengawal berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Kita harus terus membangun komunikasi dan koordinasi. Mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat dan memiliki peran strategis dalam menyampaikan aspirasi serta memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujar Christian Tobing.

Menurutnya, komunikasi tidak boleh dibangun ketika persoalan sudah membesar. Sebaliknya, jalur komunikasi antara mahasiswa dan kepolisian harus tetap terbuka agar setiap persoalan yang berpotensi mengganggu kamtibmas dapat dibicarakan sejak awal.

Aspirasi Jangan Dibungkam, Tapi Anarkisme Bukan Jalan Keluar

Dalam dialog tersebut, Kapolresta juga menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara tertib dan damai.

Ia menegaskan bahwa kritik maupun aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan menyampaikan aspirasi tidak boleh berubah menjadi tindakan anarkis yang justru merugikan masyarakat.

Pesan ini menjadi perhatian tersendiri mengingat perkembangan informasi di media sosial berlangsung sangat cepat. Sebuah informasi yang belum tentu benar dapat dengan mudah menyebar dan memicu reaksi publik.

Karena itu, mahasiswa diminta tidak mudah terseret informasi yang belum terverifikasi, apalagi ikut menyebarkan narasi yang berpotensi memancing provokasi.

Kapolresta berharap mahasiswa mampu menjadi kelompok kritis yang tetap rasional dalam menyikapi setiap persoalan.

Mahasiswa, kata dia, harus mampu membedakan antara kritik yang membangun dengan provokasi yang sengaja diarahkan untuk memperkeruh situasi.

Polisi-Mahasiswa Harus Saling Terbuka

Christian Tobing juga mengajak jajaran Ormek dan BEM untuk tidak segan menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan.

Menurutnya, komunikasi dua arah menjadi salah satu kunci menjaga Sidoarjo tetap aman dan kondusif.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Sinergi antara kepolisian dan mahasiswa diharapkan dapat terus berjalan dalam bentuk komunikasi, pencegahan konflik, penangkalan provokasi, serta pengawalan aspirasi masyarakat secara damai.

Di sisi lain, mahasiswa tetap diharapkan menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis. Namun, kritik tersebut harus dibarengi tanggung jawab agar perjuangan menyuarakan kepentingan publik tidak justru berujung pada kerugian bagi masyarakat.

Dengan komunikasi yang terbuka, kepolisian dan mahasiswa diharapkan dapat mengambil peran masing-masing dalam menjaga stabilitas keamanan tanpa mengorbankan kebebasan menyampaikan aspirasi.

(Redho)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates