Sidrap, Kabartujuhsatu.news,– Semangat juang tidak mengenal profesi. Di lapangan tenis, para guru Kabupaten Soppeng membuktikan bahwa dedikasi mereka tidak hanya terlihat di ruang kelas, tetapi juga dalam arena olahraga. Tim Tenis Lapangan Ganda Beregu PGRI Kabupaten Soppeng sukses mempersembahkan medali perunggu pada ajang Porseninjar Sidrap setelah melalui serangkaian pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh sportivitas.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PGRI Kabupaten Soppeng. Di tengah persaingan yang diikuti tim-tim terbaik dari berbagai daerah, para guru mampu menunjukkan kualitas permainan, kekompakan, dan mental bertanding yang patut diapresiasi.
Sejak pertandingan pertama dimulai, Tim Tenis Lapangan Ganda Beregu PGRI Kabupaten Soppeng tampil percaya diri. Setiap servis, pukulan forehand, backhand, hingga smash dilakukan dengan penuh perhitungan. Tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, mereka mengedepankan kerja sama tim yang solid sehingga mampu menghadapi tekanan dari lawan-lawan yang memiliki pengalaman bertanding cukup tinggi.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Koordinator Tim, Drs. H. Arafah, S.Pd., M.Pd., yang merupakan Pengawas SMP Kabupaten Soppeng. Di bawah koordinasinya, seluruh anggota tim mampu menjaga semangat, disiplin, dan fokus sepanjang pelaksanaan pertandingan.
Sementara itu, sentuhan strategi dari Pelatih A. Muhammad Indra Dewa Putra, S.Pd., guru SDN 84 Awo, menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan tim. Melalui persiapan yang matang, latihan yang terarah, serta evaluasi pada setiap pertandingan, tim mampu menampilkan permainan yang efektif dan konsisten hingga mengamankan posisi ketiga.
Kekuatan Tim Tenis Lapangan Ganda Beregu PGRI Kabupaten Soppeng diperkuat oleh para guru terbaik yang berasal dari berbagai sekolah, yakni A. Shafiyul Ulum dari SDN 124 Paroto, Sugiman, S.Pd. dari SDN 187 Appasareng, Ahmad Saleh Panca, S.Pd. dari SDN 1 Lamappoloware, Edhy Hermawan, S.Pd. dari SDN 116 Mattanru, Alamsyah, S.Pd. dari SMPN Watansoppeng, Bahri Kojang, S.Pd. dari SDN 27 Bulu Dua, serta Muhammad Izzul Islam dari SMPN 2 Marioriawa.
Kolaborasi para guru dari berbagai satuan pendidikan tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan tempat mengabdi bukanlah penghalang untuk bersatu demi membawa nama baik Kabupaten Soppeng. Kekompakan mereka terlihat dalam setiap pertandingan, saling memberi motivasi, saling menguatkan, dan tetap menjaga sportivitas hingga pertandingan berakhir.
Perjalanan menuju podium medali perunggu tentu bukan sesuatu yang mudah. Tim harus menghadapi lawan-lawan tangguh dengan karakter permainan yang berbeda-beda. Namun, ketenangan dalam mengatur ritme permainan, kecermatan membaca strategi lawan, serta semangat pantang menyerah menjadi modal utama hingga akhirnya mampu mengamankan kemenangan pada laga penentuan.
Keberhasilan meraih medali perunggu menjadi bukti bahwa guru bukan hanya sosok pendidik yang membentuk karakter dan masa depan generasi muda, tetapi juga pribadi yang mampu menginspirasi melalui prestasi di bidang olahraga. Semangat disiplin, kerja keras, kekompakan, dan sportivitas yang mereka tunjukkan menjadi teladan yang layak dicontoh oleh para peserta didik maupun masyarakat luas.
Ajang Porseninjar sendiri menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarguru sekaligus menjadi wadah menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kegiatan ini juga memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas di antara insan pendidikan.
Prestasi yang diraih Tim Tenis Lapangan Ganda Beregu PGRI Kabupaten Soppeng diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh guru untuk terus mengembangkan potensi diri, baik dalam dunia pendidikan maupun bidang lainnya. Semangat yang ditunjukkan para atlet guru ini membuktikan bahwa dedikasi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga hadir dalam setiap kesempatan untuk mengharumkan nama daerah.
Dari ruang kelas menuju lapangan tenis, dari kapur tulis menuju podium juara, para guru PGRI Kabupaten Soppeng telah membuktikan bahwa semangat berprestasi tidak mengenal batas profesi. Medali perunggu yang mereka persembahkan bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan buah dari kerja keras, kekompakan, dan pengabdian yang layak mendapat apresiasi. Semoga capaian ini menjadi awal lahirnya prestasi-prestasi yang lebih tinggi pada ajang-ajang berikutnya.
(Red)
