Padang Lawas, Kabartujuhsatu.news, Polemik terkait tudingan yang disampaikan Ketua Dewan Pemerhati Rakyat Daerah (DPRD), Ahmad Rezki Hasibuan, terhadap Kepala Dinas Pendidikan Padang Lawas menuai beragam tanggapan dari sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda.
Salah satu tokoh pemuda Padang Lawas, Maulidin Gufron Hasibuan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di daerah. Menurutnya, setiap penyampaian dugaan atau kritik sebaiknya didukung oleh bukti yang dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Sebagai masyarakat Padang Lawas, kita perlu bersama-sama menjaga kondusivitas daerah. Penyampaian informasi di ruang publik hendaknya dilakukan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta," ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Senada dengan itu, tokoh mahasiswa Padang Lawas, Saidan Fazri Hasibuan, menyatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan telah membantah berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya, termasuk isu mengenai dugaan pungutan liar serta kabar pengunduran diri dari jabatannya.
Saidan menilai, apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan oleh penyebaran informasi tersebut, maka penyelesaiannya sebaiknya ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku agar persoalan dapat diuji secara objektif.
Di sisi lain, hingga berita ini disusun, tudingan yang disampaikan maupun berbagai pernyataan balasan dari sejumlah pihak belum memperoleh putusan hukum yang berkekuatan tetap. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menghormati proses hukum apabila perkara ini berlanjut ke jalur hukum.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
(Red)
