60 Warga Kampung Sadamaya Gelar Ziarah Lintas Provinsi ke Banten dan Lampung, Ada Kisah Napak Tilas Ulama hingga Pahlawan Nasional

60 Warga Kampung Sadamaya Gelar Ziarah Lintas Provinsi ke Banten dan Lampung, Ada Kisah Napak Tilas Ulama hingga Pahlawan Nasional


Cianjur, Kabartujuhsatu.news,– Sebanyak 60 warga Kampung Sadamaya, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, mengikuti kegiatan ziarah religi lintas provinsi menuju sejumlah makam ulama besar di Banten dan Lampung. Rombongan yang diberangkatkan menggunakan dua unit bus ini mengusung tema mempererat silaturahmi sekaligus meneladani perjuangan para ulama dan pahlawan bangsa.

Perjalanan dimulai pada Jumat malam dari titik keberangkatan di wilayah Cianjur. Sejak sebelum keberangkatan, suasana penuh keakraban dan doa mengiringi langkah para peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga para orang tua.

Ketua rombongan menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata religi, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, dan mengenalkan sejarah perjuangan Islam kepada generasi muda.

"Melalui ziarah ini kami ingin mengingat jasa para ulama penyebar agama Islam sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi bangsa. Mudah-mudahan perjalanan ini membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan masyarakat Kampung Sadamaya," ujarnya.

Destinasi pertama rombongan adalah kawasan Banten Lama yang dikenal sebagai pusat penyebaran Islam di Nusantara. Di lokasi ini peserta berziarah ke makam para ulama dan tokoh penyebar Islam, di antaranya Syekh Hasanuddin, Syekh Aliyudin, dan Syekh Yusuf.

Suasana khusyuk menyelimuti rombongan ketika doa bersama dan tahlil dipanjatkan. Para peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari sejarah kejayaan Kesultanan Banten yang menjadi salah satu pusat peradaban Islam di Indonesia.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Gunung Santri untuk berziarah ke makam Syekh Muhammad sebelum akhirnya menuju kawasan Merak. Di sana rombongan mengunjungi makam Syekh Jamaluddin dan bermalam sambil mengikuti rangkaian zikir, tausiah, serta doa bersama.

Keesokan harinya rombongan menyeberangi Selat Sunda menuju Provinsi Lampung. Setibanya di sana, peserta melanjutkan ziarah ke sejumlah makam ulama yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dakwah Islam di Lampung.

Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain makam Syekh Tubagus Maghdum, Syekh Tubagus Yahya, Syekh Tubagus Sangrah, serta makam Habib Ahmad Al-Atos.

Selain berziarah, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Masjid Al Bakri di Bandar Lampung sebagai bagian dari wisata religi yang telah disusun panitia.

Salah satu agenda yang paling berkesan adalah kunjungan ke makam Pahlawan Nasional Raden Inten II di Kabupaten Lampung Selatan.

Di kompleks makam tersebut, seluruh peserta menggelar doa bersama, membaca tahlil, serta mengenang perjuangan Raden Inten II yang gugur saat melawan penjajahan Belanda pada tahun 1856.

Momen ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan tanah air lahir dari semangat keberanian, keimanan, dan kecintaan kepada bangsa.

Selama perjalanan, peserta juga memanfaatkan waktu untuk saling mengenal lebih dekat melalui kegiatan kebersamaan di dalam bus maupun di lokasi penginapan.

Menurut panitia, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin karena selain memberikan pengalaman spiritual, juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian perjalanan berjalan lancar. Kami berharap sepulang dari ziarah ini masyarakat semakin kompak, semakin mencintai para ulama, serta mampu meneladani semangat perjuangan para pahlawan," ungkap ketua rombongan. Minggu (5/7/2026).

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta sebelum rombongan kembali ke Cianjur membawa kenangan, pengalaman spiritual, serta semangat baru untuk membangun kebersamaan di lingkungan Kampung Sadamaya.

(HSW)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates