MERAK, Banten, Kabartujuhsatu.news, Suasana pelayaran KMP Katya dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak mendadak berubah tegang. Seorang penumpang lanjut usia (lansia) bernama Yusmanidar (80) dilaporkan hilang saat kapal masih berada di tengah perjalanan, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 15.15 WIB.
Kabar hilangnya perempuan berusia 80 tahun itu dengan cepat menyebar di kalangan penumpang. Petugas keamanan kapal langsung bergerak melakukan pencarian, sementara pengumuman melalui pengeras suara diperdengarkan berulang kali ke seluruh sudut kapal.
Beruntung, kepanikan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah dilakukan pencarian intensif, Yusmanidar akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di area dek penumpang bagian belakang kapal.
Peristiwa ini bermula ketika Welly, putri Yusmanidar, meninggalkan sang ibu yang sedang duduk di ruang penumpang. Ia mengaku hanya berniat sebentar menuju kantin yang berada di lantai atas kapal untuk menikmati secangkir kopi.
Namun, saat kembali ke tempat duduk, ibunya sudah tidak berada di lokasi.
Panik, Welly langsung mencari ke berbagai sudut kapal, mulai dari toilet, kantin, hingga dek penumpang. Sayangnya, keberadaan sang ibu tak kunjung ditemukan.
"Saya cari ke toilet, ke kantin, ke dek. Nggak ada. Jantung rasanya copot," tutur Welly dengan mata berkaca-kaca sesaat setelah kapal bersandar di Pelabuhan Merak.
Menyadari situasi tersebut, Welly segera melaporkannya kepada petugas keamanan kapal. Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengaktifkan prosedur pencarian.
Melalui pengeras suara, petugas menyampaikan informasi mengenai identitas, ciri-ciri fisik, hingga pakaian yang dikenakan Yusmanidar. Pengumuman itu diputar berulang kali agar seluruh penumpang dan kru kapal dapat membantu proses pencarian.
Tak sedikit penumpang yang turut memperhatikan setiap sudut kapal. Sebagian bahkan ikut menyisir area tempat duduk, lorong, hingga dek terbuka.
Solidaritas antarsesama penumpang pun terlihat begitu kuat dalam peristiwa tersebut.
Beberapa menit setelah pengumuman disiarkan, petugas akhirnya menemukan Yusmanidar berada di area dek penumpang bagian belakang.
Kondisinya dilaporkan sehat. Meski tampak kebingungan dan kelelahan, perempuan kelahiran Batusangkar, Sumatera Barat, 4 April 1946 itu tidak mengalami cedera.
Melihat ibunya kembali dengan selamat, Welly tak kuasa menahan haru. Ia langsung memeluk sang ibu erat sambil mengucapkan syukur.
"Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih untuk bapak-bapak Satpam dan semua penumpang yang bantu cari. Kalau tidak ada pengumuman itu, kami tidak tahu," ucapnya.
Yusmanidar diketahui telah berusia 80 tahun. Perempuan asal Batusangkar, Sumatera Barat, itu merupakan ibu dari lima orang putri dan tidak memiliki anak laki-laki.
Di usia senja, kondisi lansia memang rentan mengalami kebingungan, terlebih ketika berada di lingkungan baru yang ramai dan memiliki banyak akses seperti kapal penyeberangan.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak ASDP Cabang Merak mengimbau seluruh keluarga yang bepergian bersama lansia agar tidak lengah dalam melakukan pendampingan.
Petugas mengingatkan bahwa area kapal yang luas, banyaknya lorong, tangga, serta padatnya aktivitas penumpang dapat membuat lansia mudah kehilangan arah dalam waktu singkat.
Karena itu, anggota keluarga diminta tetap mendampingi lansia selama pelayaran dan tidak meninggalkan mereka sendirian, meskipun hanya beberapa menit.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia harus menjadi prioritas selama perjalanan.
Di sisi lain, kejadian tersebut juga menunjukkan masih kuatnya rasa kepedulian antarsesama. Respons cepat petugas keamanan kapal, dibantu para penumpang yang ikut mencari, berhasil mempertemukan kembali seorang ibu dengan putrinya.
Syukurlah, insiden yang sempat membuat panik seluruh penumpang KMP Katya itu berakhir dengan kabar baik. Yusmanidar berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sehingga perjalanan yang sempat diliputi kecemasan dapat ditutup dengan rasa syukur dan haru.
(HSW)
