Soppeng Disinggahi Ulama Asal Gaza, Syekh Yahia Taha Ungkap Kondisi Palestina dan Titip Pesan Menyentuh

Soppeng Disinggahi Ulama Asal Gaza, Syekh Yahia Taha Ungkap Kondisi Palestina dan Titip Pesan Menyentuh


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Kabupaten Soppeng mendapat kunjungan istimewa dari ulama asal Gaza, Palestina, Syekh Yahia Taha, yang melakukan silaturahmi dengan Ketua LSM Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (SIDIK), Mahmud Cambang, di Warkop Makmur, Ahad sore (28/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai kondisi terkini di Palestina, kegiatan dakwah yang dijalankan Syekh Yahia Taha di Indonesia, hingga pentingnya membangun kepedulian masyarakat melalui edukasi.

Dalam kunjungannya, Syekh Yahia Taha didampingi Ketua Yayasan Madina, Melki Sandria dari Provinsi Riau, serta Syahril selaku leader yayasan di Sulawesi.

Dalam kesempatan itu, Syekh Yahia Taha memperkenalkan dirinya sebagai alumnus Program Sarjana dan Magister Universitas Lampung. Ia mengaku telah menetap di Indonesia selama sekitar tujuh tahun dan aktif melakukan dakwah di berbagai daerah.

Kunjungan ke Kabupaten Soppeng merupakan salah satu rangkaian safari dakwahnya di Sulawesi Selatan. Menurutnya, selama sembilan hari berada di Soppeng, ia telah mengunjungi sejumlah masjid untuk menyampaikan ceramah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Selain berdakwah, Syekh Yahia Taha juga menyampaikan bahwa dirinya turut menggalang donasi bagi masyarakat Palestina yang terdampak konflik. Namun, ia menilai bahwa kondisi yang terjadi saat ini membuat bantuan yang dibutuhkan tidak hanya berupa uang.

"Sekarang uang bukan lagi solusi utama karena situasi di sana sangat sulit," ungkapnya.

Dalam sesi dialog, Ilham Agelsyah mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana membedakan warga Israel dan Palestina. Menjawab hal tersebut, Syekh Yahia Taha menjelaskan bahwa masyarakat dari kedua wilayah memiliki identitas dan paspor masing-masing sehingga tidak dapat dibedakan hanya dari penampilan fisik.

Diskusi kemudian berkembang membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan konflik Palestina-Israel. Syekh Yahia Taha menyampaikan sejumlah pandangannya mengenai kondisi yang terjadi di Gaza, termasuk situasi ekonomi yang menurutnya telah mengalami pembatasan sejak tahun 2006. Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai dinamika politik di Israel. Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi narasumber.

Dalam kesempatan yang sama, Syekh Yahia Taha turut menyinggung sebuah peristiwa yang menurutnya pernah terjadi di Papua terkait pengibaran bendera Israel. Ia berpendapat bahwa pendekatan edukasi jauh lebih baik dibandingkan tindakan kekerasan dalam menyikapi perbedaan pandangan.

"Yang paling penting adalah memberikan pemahaman mengapa mendukung Palestina dan menjelaskan persoalan yang sebenarnya. Edukasi lebih penting daripada kekerasan," ujarnya.

Suasana pertemuan semakin hangat ketika Syekh Yahia Taha menyerahkan sebuah syal bertuliskan "Save Palestina, Save Al Aqsa" kepada Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang.

Syal tersebut, menurutnya, bukan sekadar cendera mata, tetapi memiliki makna solidaritas dan doa bagi rakyat Palestina.

"Jangan lihat nilainya, tetapi lihat makna dari syal ini. Mudah-mudahan Palestina segera merdeka," katanya.

Momentum itu juga dimanfaatkan Syekh Yahia Taha untuk mendoakan Mahmud Cambang yang diketahui sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami kecelakaan.

Ia berharap Mahmud segera diberikan kesehatan sehingga dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

"Semoga cepat sembuh. Mudah-mudahan ketika kita bertemu lagi nanti, Palestina sudah merdeka," ucapnya.

Tak lupa, Syekh Yahia Taha menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, jajaran Kementerian Agama, serta masyarakat Soppeng yang menurutnya telah memberikan sambutan hangat selama dirinya berada di kabupaten Soppeng.

Pertemuan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Soppeng, Andi Mahfud, dan pemilik Warkop Makmur yang turut menerima syal bertuliskan "Save Palestina, Save Al Aqsa" sebagai simbol persaudaraan dan dukungan kemanusiaan.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu menjadi momentum untuk mempererat hubungan persaudaraan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan melalui dialog yang damai dan saling menghormati.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates