Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pertemuan tiga sahabat lama di sebuah warung kopi sederhana di Kabupaten Soppeng mendadak menyita perhatian. Di tengah suasana santai Warkop Camidu, Jalan Kesatria, Jumat (15/5/2026), obrolan tiga tokoh politik Sulawesi Selatan ini disebut-sebut membahas arah baru politik nasional hingga masa depan Pilkada di Indonesia.
Mereka adalah mantan Anggota DPR RI 2019–2024 sekaligus pengurus DPP Golkar, Supriansa, Wakil Bupati Soppeng periode 2024–2030 Selle KS Dalle, serta Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Komisi E H. Sakka.
Meski terlihat santai sambil menikmati kopi, isi pembicaraan mereka ternyata cukup serius. Ketiganya membahas dinamika politik nasional pasca perubahan regulasi Pemilu dan Pilkada yang kini mulai ramai diperbincangkan di tingkat pusat.
Dr. Supriansa bahkan disebut mengurai secara detail kemungkinan arah baru Undang-Undang Politik yang dapat berdampak besar terhadap peta kekuasaan nasional maupun daerah pada Pemilu mendatang.
“Ke depan, pola politik nasional bisa berubah total,” ungkapnya.
Topik paling menarik dalam diskusi tersebut adalah wacana pemisahan jadwal Pemilu nasional dengan Pemilu daerah dan Pilkada. Isu ini dinilai dapat memunculkan efek politik baru di daerah, termasuk kemungkinan panjangnya masa transisi pemerintahan.
Ir. Selle KS Dalle ikut menyoroti potensi jeda Pilkada yang dianggap dapat menimbulkan dinamika baru di daerah. Menurutnya, situasi tersebut perlu disiapkan dengan matang agar stabilitas pemerintahan tetap terjaga.
Sementara H. Sakka membahas potensi munculnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Daerah dalam masa transisi apabila terjadi kekosongan kepemimpinan akibat perubahan jadwal politik.
Pertemuan tiga sahabat era 90-an ini akhirnya bukan sekadar reuni biasa. Banyak pihak menilai diskusi mereka mencerminkan keresahan sekaligus pembacaan awal terhadap arah politik Indonesia menuju 2029.
Di tengah suasana sederhana warung kopi, obrolan para tokoh ini justru memunculkan pertanyaan besar: apakah skenario politik nasional berikutnya mulai dirancang dari daerah?
(Red)
