Soppeng, Kabartujuhsatu.news,— Suasana haru menyelimuti SDN 7 Salotungo setelah kabar perpindahan Kepala Sekolah Abdul Asis menyebar di kalangan orang tua siswa dan masyarakat. Rabu (13/5/2026).
Sosok yang selama ini dikenal dekat dengan siswa, guru, dan wali murid itu resmi dipindah tugaskan ke SDN 121 Salonro sebagai guru biasa berdasarkan surat keputusan yang mulai berlaku sejak 12 Mei 2026.
Kabar tersebut sontak membuat banyak orang tua siswa merasa kehilangan. Bahkan, sejumlah ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya selesai mengikuti les tambahan di sekolah terlihat tidak mampu menahan air mata.
Diketahui, selama kepemimpinan Abdul Asis, SDN 7 Salotungo mengalami banyak perubahan positif. Sekolah yang berada di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata itu aktif menghadirkan berbagai program tambahan seperti les Bahasa Inggris dan les Matematika untuk meningkatkan kemampuan siswa.
Tak heran, kepindahan Abdul Asis menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
“Weee paak, merasa kehilanganki, sedih tidak bilangki,” ungkap salah seorang orang tua siswa dalam percakapan grup WhatsApp.
Ungkapan serupa juga datang dari wali murid lainnya yang mengaku sangat terkejut mendengar kabar tersebut.
“Semua tadi ibu-ibu yang menunggu habis les anak-anak bertanya sambil mengeluarkan air mata. Itu yang diingat sama bapak, kebaikan, senyuman, dan canda,” tulis seorang ibu dengan nada haru.
Di tengah gelombang kesedihan itu, Abdul Asis tetap menunjukkan sikap tenang dan penuh keikhlasan.
“Ikhlas menerima adalah prinsipku Bu Aji, dan saya yakin ada hikmahnya. Salam sama ibu-ibu semuanya, yakinlah silaturahim akan terus terjalin,” tulis Abdul Asis.
Namun rasa penasaran masyarakat justru semakin besar. Banyak pihak mempertanyakan alasan di balik perpindahan kepala sekolah yang dinilai sukses membangun citra positif sekolah tersebut.
“Kenapa langsung berangkat pa? Sedih, rasanya,” tulis salah seorang ibu.
“Weee sedding paak,” tambah ibu lainnya.
Abdul Asis kemudian menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sesuai keputusan yang telah ditetapkan.
“Karena SK berlaku kemarin Bu Aji, 12 Mei 2026, jadi saya jalankan tugas,” jawabnya singkat.
Pernyataan itu justru membuat suasana semakin emosional.
“Ya Allah Paak, saya tidak tahu lagi mau bicara. Sampai kaget dengar kabar begini tadi,” ungkap seorang wali murid.
Sementara itu, warga menilai Abdul Asis merupakan salah satu kepala sekolah yang memiliki dedikasi tinggi selama memimpin SDN 7 Salotungo.
Program-program yang dijalankan dianggap membawa perubahan nyata bagi siswa maupun lingkungan sekolah yang terkenal dengan Polisi Ciliknya itu,
Tak sedikit masyarakat yang menilai loyalitas dan integritasnya tidak perlu diragukan lagi.
Kini, perpindahan Abdul Asis menjadi perbincangan luas di Kabupaten Soppeng. Sebagian warga bahkan mulai bertanya-tanya, apakah mutasi tersebut murni kebutuhan organisasi atau ada faktor lain di balik keputusan itu.
Meski demikian, Abdul Asis memilih tetap tenang dan menyerahkan semuanya sebagai bagian dari pengabdian.
“Insyaallah ada hikmahnya pak,” tulis salah satu ibu mencoba menguatkan.
“Aamiin YRA,” balas Abdul Asis.
Kisah haru ini pun menjadi bukti bahwa seorang pemimpin sekolah bukan hanya dinilai dari jabatan, tetapi juga dari ketulusan, kedekatan, dan jejak kebaikan yang ditinggalkan di hati masyarakat.
(Red)
