Takalar Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Sulsel, Bupati : Infrastruktur Pertanian dan Perikanan Jadi Prioritas


Takalar, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Kabupaten Takalar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pangan dan pertanian sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Mohammad Firdaus Daeng Manye, berbagai program strategis mulai dijalankan untuk mendorong Takalar menjadi salah satu daerah penopang swasembada pangan di Sulawesi Selatan.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur pertanian, modernisasi sistem produksi, hingga pengembangan sektor hilirisasi hasil panen dan perikanan.

Pemerintah daerah menilai bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi biaya, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani.

Salah satu program unggulan yang saat ini dipercepat adalah Electrifying Agriculture bekerja sama dengan PLN. Program ini mendorong penggunaan listrik sebagai sumber energi utama untuk pompa air pertanian menggantikan bahan bakar minyak (BBM).

Pemanfaatan energi listrik dinilai mampu menekan biaya operasional petani secara signifikan, terutama di tengah fluktuasi harga BBM yang kerap memengaruhi biaya produksi.

Selain lebih hemat, penggunaan pompa listrik juga dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan sehingga mendukung pertanian berkelanjutan.

“Transformasi sektor pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari teknologi, infrastruktur, hingga efisiensi biaya produksi. Karena itu, kolaborasi dengan PLN menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas petani,” ujar Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye, Kamis (23/4/2026).

Selain modernisasi alat pertanian, Pemkab Takalar juga memfokuskan perhatian pada optimalisasi sistem irigasi melalui pengembangan Bendungan Pamukkulu.

Bendungan tersebut menjadi salah satu proyek vital yang diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian di berbagai wilayah Takalar.

Dengan dukungan pasokan air yang lebih stabil, pemerintah menargetkan peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali panen dalam setahun atau IP300. Target tersebut diyakini dapat meningkatkan volume produksi pangan sekaligus memperkuat posisi Takalar sebagai daerah agraris yang produktif.

Tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, pemerintah daerah juga mulai memperkuat sektor hilirisasi hasil pertanian. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperbesar peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penyangga hasil panen masyarakat.

BUMDes diharapkan mampu menjadi solusi saat harga komoditas pertanian mengalami penurunan di pasaran. Dengan adanya penyangga harga, petani diharapkan tetap memperoleh keuntungan yang layak sehingga stabilitas ekonomi masyarakat desa dapat terjaga.

Di sisi lain, sektor perikanan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kabupaten Takalar yang memiliki wilayah pesisir cukup luas dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya rumput laut.

Komoditas ini selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu produk unggulan ekspor yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas produksi rumput laut melalui pendampingan kepada kelompok nelayan dan pembudidaya.

Pengembangan sektor perikanan dan pertanian secara bersamaan dinilai menjadi strategi penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan terintegrasi tersebut,

Pemkab Takalar berharap pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah optimistis bahwa kombinasi antara pembangunan infrastruktur, modernisasi pertanian, penguatan kelembagaan desa, dan pengembangan sektor perikanan akan menjadi fondasi kuat menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Takalar.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates