Konsolidasi Golkar di Soppeng Berubah Jadi Ruang Nostalgia, Masyarakat Kembali Mengenang Hangatnya AKAR SUPER ❤

Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan yang berlangsung di Kabupaten Soppeng menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya.

Di tengah agenda politik yang padat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, masyarakat justru merasakan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pertemuan partai.

Konsolidasi itu perlahan berubah menjadi ruang nostalgia yang membangkitkan kembali kenangan lama tentang kebersamaan masyarakat bersama duet kepemimpinan H. Andi Kaswadi Razak dan Supriansa.

Sejak pagi, suasana hangat sudah terasa di berbagai titik kegiatan. Warga yang datang tidak hanya membicarakan agenda konsolidasi, tetapi juga mengenang masa ketika tagline “AKAR SUPER ❤” begitu melekat di hati masyarakat.

Bagi banyak warga Soppeng, slogan tersebut bukan sekadar identitas politik, melainkan simbol kedekatan antara pemimpin dan rakyat.

Di warung kopi, pelataran rumah warga, hingga sudut-sudut keramaian kota, cerita lama kembali mengalir. Sebagian masyarakat mengenang bagaimana suasana pemerintahan kala itu terasa lebih akrab, sederhana, dan penuh sentuhan kekeluargaan.

“Yang paling diingat sebenarnya bukan politiknya saja, tetapi bagaimana masyarakat merasa diperhatikan. Ada rasa dekat yang sulit dijelaskan,” ujar seorang warga yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Sabtu (16/5/2026).

Kehadiran kedua tokoh dalam momentum konsolidasi itu seakan membuka kembali ruang ingatan masyarakat terhadap masa-masa yang dianggap penuh kehangatan sosial.

Banyak warga merasa bahwa pada masa itu hubungan antara pemimpin dan rakyat tidak dibatasi sekat formalitas.

Petuah Bugis pun kembali terdengar dalam obrolan warga:

“Senge’ka simata jarung, ku bali senge’ki sipupureng lino.”

Ungkapan itu dimaknai sebagai kerinduan mendalam terhadap ikatan batin dan kebersamaan yang pernah terjalin kuat dalam kehidupan masyarakat.

Tidak sedikit warga yang mengaku suasana konsolidasi kali ini terasa seperti reuni besar masyarakat Soppeng. Tawa, sapaan hangat, hingga candaan sederhana antar warga menciptakan atmosfer yang penuh keakraban.

Menurut sejumlah tokoh masyarakat, kenangan terhadap sebuah kepemimpinan sering kali bukan ditentukan oleh besarnya kekuasaan, melainkan bagaimana seorang pemimpin mampu hadir di tengah rakyat dengan ketulusan.

“Kadang masyarakat tidak mengingat seberapa tinggi jabatan seseorang. Yang diingat justru bagaimana ia menyapa, mendengar, dan membuat rakyat merasa dihargai,” ungkap seorang tokoh masyarakat.

Logo hati dalam tagline “AKAR SUPER ❤” kembali ramai diperbincangkan warga selama kegiatan berlangsung. Simbol sederhana itu dinilai memiliki makna emosional yang kuat karena dianggap mewakili kepemimpinan yang dijalankan dengan perasaan dan kedekatan kemanusiaan.

Banyak masyarakat menilai bahwa pada masa itu pendekatan sosial lebih terasa hidup. Pemimpin tidak hanya hadir dalam acara resmi, tetapi juga terlihat dalam aktivitas keseharian masyarakat kecil. Kedekatan semacam itu yang menurut warga kini kembali dirindukan.

Di tengah dinamika politik yang terus berubah, masyarakat Soppeng tampaknya masih menyimpan ruang khusus bagi kenangan-kenangan lama tentang kebersamaan dan kesederhanaan. Konsolidasi Golkar kali ini pun tanpa disadari menjadi momentum yang membangkitkan kembali rasa itu.

Bagi sebagian warga, nostalgia bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang nilai-nilai yang pernah membuat masyarakat merasa dekat satu sama lain. Dan dalam suasana penuh kehangatan tersebut, jejak AKAR SUPER ❤ kembali terasa hidup di hati masyarakat Soppeng.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates