Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Dunia kesehatan Sulawesi Selatan berduka atas wafatnya salah satu tokoh penting di bidang kesehatan, Dr. dr. H. Rachmat Latief, M.Si., M.Kes., Sp.PD, Subsp.PTI(K), FINASIM, pada tahun 2026.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam pengabdian di sektor kesehatan, termasuk pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan periode 2008–2018.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sejawat, serta masyarakat luas.
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Keluarga Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Soppeng melalui Direktur Rumah Sakit Latemmamala, dr. Sitti Mudirusniah, M.Kes, Sp.KJ.
Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” demikian ungkapan belasungkawa yang disampaikan. Kamis (9/4/2026).
Hal senada juga disampaikan oleh berbagai kolega dan sahabat almarhum, termasuk DR. H. Syarifuddin Umar, SH., MH., yang turut menginformasikan rangkaian prosesi pemakaman kepada keluarga besar dan sahabat almarhum.
Jenazah almarhum awalnya disemayamkan di rumah duka di kawasan BTP Tamalanrea, Makassar. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menuju Kabupaten Soppeng pada Kamis pagi sekitar pukul 09.30 WITA untuk dimakamkan di wilayah Ca’bengE.
Berdasarkan informasi terbaru, setibanya di lokasi, jenazah langsung dishalatkan di Masjid Raodatul Jannah Cabenge, tanpa menunggu waktu salat Ashar, sebelum kemudian dimakamkan.
Selain prosesi pemakaman, rangkaian takziah juga telah dijadwalkan:
Malam pertama: Kamis malam (ba’da Isya) di Ca’bengE, Soppeng, Malam kedua dan ketiga: Dilaksanakan di rumah duka, Kompleks Perumahan Puri Mas Residence No. 12, BTP Tamalanrea, Makassar, pada Jumat dan Sabtu malam.
Almarhum dr. Rachmat Latief dikenal sebagai dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan layanan kesehatan di Sulawesi Selatan.
Dedikasi dan kiprahnya selama menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan menjadikannya figur yang dihormati di kalangan tenaga medis maupun pemerintahan.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia kesehatan yang telah lama ia abdikan.
Doa dan harapan terus mengalir dari berbagai pihak agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
(Red)










