Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi menyelimuti pertemuan orang tua/wali murid SDN 7 Salotungo yang digelar sebagai langkah strategis menghadapi ajang bergengsi FLS3N, OSN, dan O2SN Tahun 2026. Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membangun prestasi siswa sejak dini.
Pertemuan yang berlangsung dengan nuansa kekeluargaan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pihak sekolah, para pembina lomba, dan orang tua siswa.
Semua pihak duduk bersama membahas arah pembinaan, strategi latihan, hingga dukungan yang dibutuhkan agar para siswa dapat tampil maksimal di berbagai kompetisi tingkat kabupaten hingga nasional.
Dalam kesempatan tersebut, para pembina dari berbagai bidang memaparkan program kerja mereka secara rinci.
Setiap cabang lomba telah dipersiapkan dengan pendekatan khusus sesuai bakat dan minat siswa.
Pada ajang FLS3N, pembinaan dilakukan secara terstruktur oleh para guru berpengalaman yakni Sidratul Muntaha, S.Pd membina Menulis Cerita dan Mendongeng, M. Alwi Basri, S.Pd fokus pada Gambar Bercerita, A. Rosma Nur, S.Pd, Anang, S.Pd, dan Zikriyah, S.Pd membina bidang Kriya, Atri, S.Pd menangani Pantomim, Mardayanti, S.Pd, Nur Pratiwi, S.Pd, dan Nurul Hurairah, S.Pd pada Nyanyi Solo, Irfiani Rahmadani, S.Pd membina Tari.
Sementara itu, untuk OSN, pembinaan diarahkan pada penguatan akademik yakni Eria Yuliana, S.Pd dan Rustan, S.Pd untuk IPS, Armi Nugraha, S.Pd dan Hasnawati, S.Pd untuk Matematika, Andi Wahdiati, S.Pd dan Ira Syahriani, S.Pd untuk IPA.
Pada bidang O2SN, fokus pembinaan diarahkan pada pengembangan fisik dan sportivitas yaitu Israwati, S.Pd membina Pencak Silat, Senam Lantai, dan Renang, Syamsul Rijal, S.Pd membina Atletik dan Bulu Tangkis
Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo Abdul Asis, S. Pdi menegaskan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya bertumpu pada latihan di sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan lingkungan rumah", ujannya.
Ia meminta Orang tua siswa-siswi untuk berperan aktif dalam memberikan motivasi, pengawasan, serta dukungan moral dan material selama proses pembinaan berlangsung.
Dalam forum tersebut, para orang tua menyambut positif program yang disampaikan.
Mereka menilai keterbukaan sekolah dalam menyampaikan rencana pembinaan menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan dan kerja sama yang lebih solid.
Dengan pola pembinaan yang lebih terarah dan kolaborasi yang semakin kuat antara guru dan orang tua, SDN 7 Salotungo menargetkan hasil maksimal pada ajang FLS3N, OSN, dan O2SN Tahun 2026.
Pihak sekolah optimistis bahwa pendekatan berbasis sinergi ini akan mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi yang tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan kerja bersama antara guru, orang tua, dan lingkungan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, SDN 7 Salotungo menatap masa depan dengan penuh harapan dan keyakinan.
(Red)












