Luwu Timur, Kabartujuhsatu.news, Kabar baik datang bagi para petani di Kabupaten Luwu Timur. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim di bawah kepemimpinan Bupati Irwan menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kesejahteraan petani melalui program unggulan bertajuk “Kawal Panen 2026”.
Dalam pernyataannya, Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa pihaknya akan menjaga stabilitas harga gabah dengan menetapkan harga minimum sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kebijakan ini diharapkan menjadi tameng bagi petani dari fluktuasi harga yang kerap merugikan saat musim panen tiba.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada petani.
Selama ini, anjloknya harga gabah saat panen raya sering menjadi momok yang mengurangi pendapatan petani secara signifikan.
“Kami tidak ingin petani terus dirugikan oleh permainan harga. Dengan penetapan harga minimum Rp6.500, kami pastikan ada jaminan bagi mereka,” tegas Bupati Irwan. Selasa (14/4/2026).
Kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong semangat petani untuk meningkatkan produksi, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di daerah.
Tak hanya soal harga, Pemkab Lutim juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Program Kawal Panen 2026 melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dinas terkait, Bulog, pelaku usaha, hingga kelompok tani.
Sinergi ini bertujuan memastikan Kelancaran proses panen di seluruh wilayah, Penyerapan hasil panen secara maksimal, Distribusi gabah yang efisien serta Stabilitas pasokan pangan daerah.
Dengan koordinasi yang solid, pemerintah optimistis tidak akan terjadi penumpukan hasil panen maupun penurunan harga yang drastis.
Salah satu fokus utama program ini adalah optimalisasi penyerapan gabah petani.
Pemerintah daerah akan memastikan hasil panen terserap dengan baik oleh pasar maupun lembaga penyangga seperti Bulog.
Langkah ini penting untuk menghindari kelebihan pasokan di tingkat petani yang biasanya berujung pada turunnya harga jual.
Lebih dari sekadar menjaga harga, program Kawal Panen 2026 juga menjadi bagian dari strategi besar dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan produksi yang terjaga dan distribusi yang lancar, Luwu Timur diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penopang pangan yang kuat di Sulawesi Selatan.
Para petani menyambut baik kebijakan ini. Mereka berharap komitmen pemerintah tidak hanya berhenti pada pernyataan, tetapi benar-benar diwujudkan di lapangan secara konsisten.
“Kalau harga dijaga seperti ini, kami pasti lebih semangat bertani,” ujar salah satu petani di Luwu Timur.
Program Kawal Panen 2026 menjadi bukti bahwa keberpihakan kepada petani bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata. Kini, harapan besar bertumpu pada implementasi yang konsisten agar kesejahteraan petani benar-benar meningkat.
(Red)







