Realisasi Anggaran Terancam Gagal? Wali Kota Makassar Geram, Ultimatum Keras Dilontarkan! -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Realisasi Anggaran Terancam Gagal? Wali Kota Makassar Geram, Ultimatum Keras Dilontarkan!

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 16 April 2026, April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T09:46:21Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Suasana di Balai Kota Makassar mendadak tegang. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara terbuka melontarkan peringatan keras kepada seluruh jajarannya setelah melihat capaian realisasi anggaran triwulan I tahun 2026 yang dinilai masih jauh dari harapan.


    Dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar Kamis (16/4/2026), Munafri—yang akrab disapa Appi tak menutupi kekecewaannya.


    Di hadapan para kepala SKPD, Camat, Lurah hingga direksi Perusda, ia menegaskan bahwa kinerja saat ini bisa berujung fatal jika tidak segera diperbaiki.


    “Kalau pola ini terus berlanjut, kita bisa gagal mencapai 90 persen realisasi anggaran di akhir tahun!” tegasnya dengan nada tinggi.


    Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan. Pasalnya, meski ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year), kenaikan tersebut dinilai sangat tipis dan belum cukup untuk memastikan target tercapai.


    Tak hanya itu, Appi juga menyinggung adanya sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kinerjanya masih tertinggal jauh. Ia meminta alasan konkret, bukan sekadar dalih teknis.


    “Saya tidak mau dengar alasan normatif. Cari tahu masalahnya di mana dan selesaikan sekarang juga,” ujarnya tegas.


    Dalam arahannya, Munafri menyinggung adanya potensi “penyakit lama” birokrasi, yakni program yang hanya bagus di atas kertas, tetapi minim realisasi di lapangan.


    Ia menekankan bahwa sinkronisasi antara RPJMD, rencana kerja (Renja), dan penganggaran harus menjadi prioritas utama. Tanpa itu, menurutnya, arah pembangunan kota bisa melenceng.


    “Kita tidak bisa hanya sibuk di perencanaan. Program harus jalan dan dirasakan masyarakat,” katanya.


    Salah satu poin yang paling disorot adalah lambatnya penyaluran anggaran. Munafri memperingatkan agar tidak ada lagi hambatan administratif yang menghambat program.


    “Delivery anggaran harus smooth. Jangan sampai program berhenti hanya karena urusan teknis,” tandasnya.


    Ia juga menekankan pentingnya “early outcome” atau dampak awal dari program pemerintah.


    Baginya, ukuran keberhasilan bukan sekadar angka di laporan, melainkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.


    “Kalau masyarakat belum merasakan dampaknya, berarti ada yang salah,” ucapnya.


    Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut memperkuat peringatan tersebut.


    Ia menyebut rapat evaluasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan momen penting untuk membongkar masalah dan mencari solusi.


    “Tidak boleh ada lagi program tanpa dampak konkret. Semua harus terukur dan tepat sasaran,” tegasnya.


    Aliyah juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


    Hasil evaluasi triwulan I ini akan menjadi dasar langkah percepatan di triwulan berikutnya.


    Munafri memastikan akan melibatkan tim ahli untuk merumuskan strategi agar target bisa dikejar.


    “Setelah ini kita percepat. Semua harus bergerak. Tidak ada pilihan lain,” pungkasnya.


    Situasi ini menjadi alarm keras bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar.


    Dengan waktu yang terus berjalan, mampukah mereka mengejar ketertinggalan dan memenuhi target ambisius di akhir tahun? Publik kini menunggu jawabannya.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini