Dr Supriansa : Menyimak Diskusi Warung Kopi, Ruang Demokrasi dan Makna Kebaikan -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Dr Supriansa : Menyimak Diskusi Warung Kopi, Ruang Demokrasi dan Makna Kebaikan

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T13:31:13Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news Di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak dinamis, warung kopi (warkop) tetap menjadi ruang sederhana yang sarat makna.


    Tidak hanya sebagai tempat menikmati secangkir kopi, warkop juga menjelma menjadi ruang diskusi terbuka yang menghadirkan beragam perspektif dari masyarakat.


    Hal ini disampaikan oleh Dr. Supriansa, SH, MH melalui unggahan di media sosialnya yang terpantau media ini, Rabu (8/4/2026).


    Dalam pandangannya, diskusi di warung kopi memiliki karakter yang unik, panjang, bebas, dan tanpa batasan formal.


    “Cerita di warung kopi memiliki durasi panjang dan kebebasan berpendapat. Ini benar-benar bentuk demokrasi yang terbuka,” ujarnya.


    Menurutnya, warkop adalah tempat di mana masyarakat bisa berbicara apa adanya. Tidak ada sekat, tidak ada tekanan, dan tidak ada rekayasa.


    Semua pendapat mengalir secara natural, mencerminkan kondisi sosial yang sebenarnya.


    “Diskusi warkop memiliki muatan yang natural, apa adanya. Jadi kalau mau melihat realitas tanpa polesan, sesekali datanglah ke warung kopi dan dengarkan percakapan di sana,” lanjutnya.


    Lebih dari sekadar ruang diskusi, warkop juga menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai kehidupan. Salah satu yang sering muncul dalam percakapan adalah pentingnya menjadi pribadi yang baik.


    Di Soppeng, misalnya, berkembang pandangan sederhana namun mendalam: kebaikan seseorang diyakini sebagai jalan datangnya rezeki.


    Banyak masyarakat percaya bahwa perbuatan baik akan membawa balasan, bahkan dari arah yang tidak terduga.


    “Kita harus menjadi orang baik, karena kebaikan adalah jaminan rezeki. Terkadang Allah memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka,” menjadi salah satu refleksi yang sering terdengar dalam obrolan santai di warkop.


    Fenomena ini menunjukkan bahwa warung kopi bukan hanya tempat berbincang, tetapi juga ruang refleksi sosial dan spiritual.


    Di tengah secangkir kopi dan obrolan ringan, tersimpan pemikiran-pemikiran mendalam tentang kehidupan, keadilan, hingga nilai kemanusiaan.


    Dengan segala kesederhanaannya, warkop terus menjadi simbol ruang publik yang hidup, tempat di mana demokrasi tumbuh secara alami dan nilai-nilai kehidupan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini