Pertandingan hari ke 7 Tim Sewo Junior vs Ventrax jalan Wijaya (ist).
Soppeng, Kabartujuhsatu.news,— Turnamen Mini Soccer U-14 Al-Anbiya Cup I Soppeng 2026 mendadak menjadi sorotan publik sepak bola lokal setelah salah satu tim peserta, GASPAG Junior, tidak hadir pada pertandingan hari ke-7 yang digelar di Lapangan Petta Langkanang’e Sewo, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Rabu (23/4/2026).
Ketidakhadiran tersebut langsung menuai reaksi keras dari panitia. Salah satu panitia turnamen, Amrayadi Arafah, secara terbuka menyayangkan kejadian tersebut karena dinilai merusak citra kompetisi yang sejak awal dibangun sebagai ajang pembinaan usia dini.
“Sungguh ketidakhadiran tim GASPAG JR sangat merusak citra turnamen kami. Ketidakhadirannya juga merugikan salah satu tim,” tegas Amrayadi usai laga hari ke-7.
Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar soal menang dan kalah, tetapi juga tentang komitmen serta sportivitas dalam pembinaan pemain usia muda.
Ia menilai, ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas menjadi preseden buruk bagi perkembangan sepak bola usia dini di Kabupaten Soppeng.
Turnamen Al-Anbiya Cup I sendiri sejak awal digelar sebagai panggung bagi bibit muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Antusiasme peserta dan masyarakat cukup tinggi sejak hari pertama. Namun, suasana positif tersebut berubah menjadi kekecewaan ketika salah satu pertandingan harus berakhir tanpa laga karena GASPAG JR asal Cangadi tidak datang.
Akibat kejadian ini, satu tim yang masih memiliki peluang lolos ke babak delapan besar dipastikan gagal melaju.
Padahal, tim tersebut telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk pertandingan penentuan.
“Dengan tidak hadirnya GASPAG ada tim lain yang sangat dirugikan. Anak-anak sudah siap fisik dan mental, tetapi kehilangan kesempatan bertanding hanya karena lawannya tidak hadir,” lanjut Amrayadi.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian seperti ini harus menjadi perhatian serius semua pihak jika ingin pembinaan sepak bola usia dini di Soppeng semakin baik.
Menurutnya, mental tidak sportif harus dihilangkan dari ekosistem sepak bola lokal.
“Bagaimana kita bisa melahirkan atlet bermental juara jika nilai dasar sportivitas saja diabaikan. Kalau kita ingin sepak bola Soppeng maju, mental tidak bertanggung jawab seperti ini harus dihilangkan,” ujarnya.
Meski pertandingan tersebut tidak mempengaruhi posisi GASPAG, namun dampaknya sangat besar bagi tim lain yang masih berjuang memperebutkan tiket ke babak berikutnya 8 Besar.
Situasi ini membuat sejumlah pihak mempertanyakan komitmen tim peserta dalam mengikuti turnamen.
Di kalangan publik sepak bola lokal, muncul berbagai spekulasi terkait ketidakhadiran tersebut.
Ada yang menilai hal itu mencerminkan karakter pembinaan tim yang kurang disiplin. Namun ada juga yang berpendapat faktor biaya bisa menjadi penyebab.
Seperti diketahui, dalam turnamen tingkat kabupaten, persoalan pendanaan kerap menjadi kendala. Semakin jauh tim melaju, semakin besar biaya yang harus ditanggung, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga kebutuhan lainnya.
Beberapa pengamat lokal bahkan menyebut kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi dalam turnamen daerah.
Tidak sedikit tim yang memilih mundur ketika peluang lolos kecil atau ketika beban biaya semakin besar.Namun di sisi lain, ada juga contoh sportivitas yang patut diapresiasi.
Pada turnamen tahun lalu, tim Gattareng U-13 tetap hadir meski sudah tidak memiliki peluang lolos.
Mereka bahkan datang dari wilayah yang cukup jauh demi menjaga komitmen turnamen.
Perbandingan tersebut membuat publik semakin menyoroti ketidakhadiran GASPAG Junior pada laga hari ke-7.
Banyak yang menilai komitmen dan disiplin menjadi kunci penting dalam pembinaan usia muda.
Sementara itu, pertandingan hari ke-7 tetap berlangsung sesuai jadwal untuk laga lainnya.
Beberapa tim berhasil mencatat kemenangan meyakinkan pada babak penyisihan.
Hasil pertandingan hari ke-7:
Pelipa Junior 0 vs 4 PSB Masing
Sewo Junior 1 vs 0 Ventrax
Alam Putra 9 vs 0 GASPAG JR (WO)
Dengan hasil tersebut, persaingan menuju babak delapan besar semakin ketat. Panitia memastikan turnamen akan tetap berjalan sesuai jadwal hingga babak selanjutnya.
Untuk pertandingan berikutnya, laga akan kembali digelar pada Jumat (24/4/2026) di lokasi yang sama, Lapangan Petta Langkanang’e Sewo.
Sejumlah pertandingan kelompok usia juga dijadwalkan berlangsung, termasuk kategori U-10 dan U-14.
Publik sepak bola Soppeng diharapkan tetap memberikan dukungan penuh terhadap turnamen ini agar tujuan utama pembinaan usia dini tetap tercapai.
Panitia juga berharap kejadian ketidakhadiran tim tidak kembali terulang pada pertandingan berikutnya.
Menurut mereka, kedisiplinan dan komitmen merupakan nilai penting dalam membangun sepak bola daerah yang lebih maju dan bermartabat.
“Kita ingin turnamen ini menjadi ajang pembinaan, bukan hanya kompetisi. Sportivitas harus dijaga. Kehormatan tim jauh lebih penting daripada hasil akhir pertandingan,” tutup Amrayadi.
(Red)







