Lutim, Kabartujuhsatu.news, Ada yang berbeda di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Luwu Timur, Selasa (28/4/2026). Puluhan peserta dari berbagai unsur terlihat serius mengikuti kegiatan Sosialisasi Penguatan Mitra Kerja bagi Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) Tahun 2026. Bukan sekadar sosialisasi biasa, kegiatan ini disebut-sebut sebagai langkah penting untuk menyelamatkan generasi muda dari berbagai ancaman serius.
Mulai dari isu stunting, pernikahan usia dini, penyalahgunaan Napza hingga perundungan di kalangan pelajar, semuanya menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut. Pemerintah daerah pun menilai, peran PIK-Remaja kini semakin krusial di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Kegiatan ini diikuti oleh pengelola PIK-Remaja, perwakilan sekolah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, organisasi kepemudaan hingga pemerintah desa dan kelurahan.
Kehadiran lintas sektor ini bukan tanpa alasan. Pemerintah menilai, pembinaan remaja tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi yang kuat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, saat membuka acara mewakili Bupati, menegaskan bahwa PIK-Remaja memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada remaja.
Menurutnya, PIK-Remaja tidak hanya menjadi wadah diskusi biasa, tetapi juga ruang edukasi terkait kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, hingga pencegahan perilaku berisiko di kalangan remaja.
“Dukungan lintas sektor sangat diperlukan agar PIK-Remaja dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi remaja,” tegasnya di hadapan peserta.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan sekolah dalam menjaga keberlangsungan kegiatan PIK-Remaja.
Sekolah dinilai memiliki peran strategis, baik melalui kebijakan internal, penyediaan sarana, maupun pendampingan langsung oleh guru pembina.
Tak hanya itu, keberadaan PIK-Remaja juga diharapkan mampu menjadi tempat konsultasi yang aman dan nyaman bagi pelajar. Dengan demikian, berbagai persoalan remaja dapat ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKB Luwu Timur, Amrullah, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memperkuat sinergi antar mitra kerja. Ia menilai, keberadaan PIK-Remaja sangat penting sebagai wadah informasi yang positif di tengah derasnya arus informasi digital yang belum tentu benar.
Menurutnya, remaja membutuhkan ruang yang tepat untuk mendapatkan edukasi yang akurat dan membangun. Karena itu, PIK-Remaja diharapkan bisa menjadi pusat informasi terpercaya bagi generasi muda.
“PIK-Remaja diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang benar dan membangun kepada generasi muda,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, Dinas PPKB berharap kapasitas pengelola PIK-Remaja semakin meningkat. Selain itu, jejaring kemitraan yang terbentuk diharapkan bisa berjalan berkelanjutan sehingga program pembinaan remaja di Luwu Timur dapat lebih efektif.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga menekankan bahwa penguatan PIK-Remaja menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting, mencegah pernikahan usia dini, menghindari penyalahgunaan Napza, serta mengurangi perundungan di kalangan pelajar.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor, PIK-Remaja diharapkan mampu menjadi benteng utama dalam membina generasi muda Luwu Timur agar lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
(Red)




