Bangkitkan Identitas Lokal! Dekranasda Makassar Dorong Kerajinan Asli Jadi Kekuatan Ekonomi -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Bangkitkan Identitas Lokal! Dekranasda Makassar Dorong Kerajinan Asli Jadi Kekuatan Ekonomi

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 15 April 2026, April 15, 2026 WIB Last Updated 2026-04-15T14:50:53Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Upaya mengangkat identitas budaya lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat terus digaungkan. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya pengembangan industri kerajinan berbasis kearifan lokal.


    Hal ini disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Industri Kerajinan Kota Makassar yang berlangsung di Novotel Makassar Grand Shayla, Rabu (15/4/2026).


    Kegiatan strategis ini mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kota, pengurus Dekranasda, hingga para pelaku usaha kerajinan untuk merumuskan arah pengembangan industri kreatif di Makassar.


    Dalam sambutannya, Melinda Aksa mengungkapkan keresahan yang sempat ia rasakan sejak awal menjabat sebagai Ketua Dekranasda.


    Menurutnya, pertanyaan mendasar justru muncul: apa sebenarnya kerajinan khas Makassar?.


    Selama ini, kota ini memang dikenal dengan produk seperti sutra. Namun faktanya, sebagian besar produksi tidak berasal dari Makassar sendiri.


    “Makassar ini kota perdagangan. Banyak produk dijual di sini, tapi sebenarnya berasal dari luar daerah. Ini jadi tantangan kita,” ungkapnya.


    Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengaburkan identitas lokal yang seharusnya menjadi kekuatan utama dalam industri kerajinan.


    Melinda juga membagikan pengalaman penting saat mengikuti kegiatan nasional bersama Dekranas pusat.


    Saat itu, produk yang dipamerkan ternyata menggunakan teknik printing, yang kemudian mendapat koreksi karena tidak mencerminkan karya asli pengerajin.


    “Saya baru sadar, kerajinan itu harus benar-benar buatan tangan pengerajin, bukan produksi mesin,” jelasnya.


    Sejak momen tersebut, Dekranasda Makassar mulai lebih selektif dan fokus pada keaslian produk.


    Langkah konkret pun dilakukan. Dekranasda mulai mencari dan membina pengerajin lokal, khususnya di bidang wastra.


    Menariknya, Melinda mengaku hanya menemukan satu pembatik aktif di Makassar.


    Dari situ, kolaborasi pun dibangun untuk menciptakan motif khas yang memiliki identitas kuat.


    Hasilnya, kini mulai dirintis batik dengan ciri khas Makassar yang diharapkan mampu bersaing di pasar nasional.


    Tak hanya batik, Dekranasda juga melihat peluang besar dari bahan alami seperti eceng gondok.


    Selama ini, banyak pengerajin masih bergantung pada bahan dari luar daerah, padahal potensi lokal cukup melimpah.


    “Kita punya limbah eceng gondok di beberapa wilayah. Ini bisa diolah jadi bahan kerajinan berkualitas,” ujarnya.


    Pelatihan pun mulai digencarkan untuk mengoptimalkan potensi tersebut.


    Ke depan, Dekranasda Makassar menargetkan terbentuknya kampung-kampung kerajinan yang dikelola langsung oleh masyarakat.


    Peran TP PKK kecamatan dinilai penting dalam mendorong terbentuknya kelompok pengerajin lokal.


    Konsep ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga.


    Sementara itu, Asisten II Pemkot Makassar, Zainal Ibrahim, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung industri kerajinan.


    Ia juga menyoroti momentum besar yang akan datang: Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah puncak HUT ke-46 Dekranas pada 2026.


    “Ini panggung nasional. Kita harus siap tampil dan menjual produk terbaik kita,” tegasnya.


    Dengan dukungan fasilitas seperti Makassar Creative Hub, diharapkan industri kerajinan lokal bisa naik kelas dan tidak ketinggalan tren.


    Melalui FGD ini, diharapkan lahir strategi konkret untuk mengembangkan industri kerajinan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya Makassar.


    Kini, tantangannya jelas: menghadirkan produk kerajinan yang benar-benar asli Makassar dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini