Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Siapa sangka, dari sebuah sudut kampung dengan fasilitas seadanya, lahir mimpi besar yang kini mulai menggema hingga level nasional. Sewo Putra FC sebuah club amatiran yang dibangun dari tekad sederhana, kembali menjadi sorotan setelah perjalanan inspiratif mereka membawa anak-anak kampung Soppeng bersaing di luar pulau.
Amrayadi mengungkapkan, Sewo Putra FC sejak awal memang tidak dibangun dengan kemewahan. Segala keterbatasan menjadi bagian dari perjalanan mereka. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir semangat yang tak pernah padam.
“Kami adalah Sewo Putra FC, sebuah klub amatiran yang berangkat dari sebuah tekad sederhana di sudut kampung. Kami menyadari manajemen kami jauh dari sempurna, dan kami bergerak dalam keterbatasan yang nyata, keterbatasan sarana, keterbatasan dana, namun tidak pernah terbatas dalam doa dan usaha,” ungkapnya. Rabu (22/4/2026).
Melalui pembinaan Sewo Junior, perjuangan itu terus berjalan. Di tengah minimnya fasilitas, anak-anak tetap berlatih dengan semangat tinggi. Tidak ada yang mewah, tidak ada yang berlebihan. Hanya lapangan kampung, bola, dan mimpi besar yang terus dijaga.
“Kami percaya bahwa setiap anak di pelosok Soppeng memiliki hak yang sama untuk bermimpi menjadi pemain besar,” lanjutnya.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tahun lalu menjadi titik bersejarah bagi Sewo Junior. Anak-anak kampung itu berhasil meraih Golden Ticket untuk terbang melintasi pulau dan menginjakkan kaki di Magelang dalam ajang Piala JPL–Apsumsi II.
Meski belum membawa pulang trofi juara, pengalaman tersebut menjadi langkah besar. Air mata dan keringat yang tercurah di lapangan ternyata membuka pintu baru.
Tiga pemain Sewo Junior bahkan mendapatkan panggilan kehormatan untuk memperkuat JPL Select di Jakarta dalam ajang Piala Apsumsi–Kemenpora.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa talenta dari kampung tidak bisa dipandang sebelah mata. Anak-anak dari Soppeng mampu bersaing di level nasional jika diberi kesempatan.
“Keberhasilan itu bukan tentang siapa yang mencetak gol, tapi tentang membuktikan bahwa anak-anak kampung dari Soppeng mampu bersaing di level nasional,” tegas Amrayadi.
Kini, mimpi itu kembali dilanjutkan. Turnamen Al Anbiya Cup I digelar sebagai wadah baru bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Sebanyak 16 tim ambil bagian dalam turnamen yang disebut-sebut menjadi ajang paling dinantikan tersebut.
Amrayadi juga menyampaikan apresiasi kepada sponsor utama yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini.
“Terima kasih kepada Al Anbiya sebagai sponsor utama. Tanpa ketulusan Anda, ikhtiar kami mungkin hanya akan tetap menjadi mimpi yang terkubur sepi,” katanya.
Pertandingan penentuan pun akan berlangsung sore ini. Anak-anak Sewo Junior akan membawa panji Al Anbiya dalam laga penting untuk memperebutkan posisi juara grup di fase penyisihan.
Atmosfer dukungan masyarakat pun mulai terasa. Warga kampung, orang tua pemain, hingga pecinta sepak bola lokal diprediksi akan memadati pinggir lapangan demi memberikan semangat kepada tim kebanggaan mereka.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah tentang mimpi anak kampung. Tentang perjuangan dari keterbatasan. Tentang keyakinan bahwa kesempatan bisa mengubah masa depan.
Mampukah Al Anbiya 1 mengunci posisi juara grup?
Akankah kejutan kembali datang dari anak-anak kampung Soppeng?
Mari bersama memberikan dukungan kepada Al Anbiya 1 di laga penentuan menuju juara grup.
(Red)







