Mandailing Natal, Kabartujuhsatu.news, Operasi penindakan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan oleh Komando Resor Militer 023/Kawal Samudra (Korem 023/KS) dan Komando Distrik Militer 0212/Tapanuli Selatan (Kodim 0212/TS) di Kecamatan Batang Natal dan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal, kini menjadi perhatian publik.
Operasi yang digelar pada dini hari Rabu (4/3/26) ini berhasil mengamankan enam unit excavator dan enam orang terduga pelaku PETI dari beberapa lokasi berbeda.
Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (Macab LMP) Mandailing Natal, Andris Sumarlin Nasution, memberikan apresiasi positif atas langkah tegas TNI.
Menurutnya, operasi ini menunjukkan komitmen TNI dalam menegakkan hukum dan menindak kegiatan PETI yang meresahkan masyarakat.
“Kami dari Macab LMP Mandailing Natal sangat mendukung operasi yang dilakukan Korem 023/KS dan Kodim 0212/TS. Ini langkah yang tepat untuk menertibkan aktivitas PETI di Batang Natal dan Lingga Bayu,” ujar Andris Nasution, Jumat (6/3/26).
Andris juga menekankan pentingnya pelimpahan perkara kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar proses hukum terhadap pelaku PETI berjalan sesuai prosedur. LMP Madina meminta TNI memberikan keterangan resmi kepada publik untuk menepis isu tangkap-lepas yang tengah beredar di masyarakat.
“Kami berharap Korem 023/KS dan Kodim 0212/TS segera melimpahkan kasus ini ke APH dan memberikan informasi publik agar proses penegakan hukum berjalan transparan dan profesional,” tambahnya.
Dalam operasi ini, TNI berhasil mengamankan 6 unit excavator dari berbagai lokasi PETI, 6 orang terduga pelaku yang diduga terlibat langsung dalam aktivitas PETI.
Namun hingga saat ini, Korem 023/KS, Kodim 0212/TS, dan Koramil Batang Natal belum memberikan keterangan resmi mengenai tindak lanjut terhadap enam unit alat berat dan enam orang terduga pelaku.
Penambangan Emas Tanpa Izin di Mandailing Natal sering menjadi sumber konflik lingkungan dan ekonomi. Aktivitas PETI tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pendapatan daerah.
Penindakan oleh TNI ini diharapkan menjadi contoh penegakan hukum yang konsisten dan profesional.
Andris Sumarlin Nasution menekankan bahwa dukungan masyarakat terhadap TNI harus dibarengi dengan transparansi dan akuntabilitas, sehingga isu negatif seperti tangkap-lepas tidak menimbulkan keresahan di tengah publik.
Dengan operasi ini, diharapkan aktivitas PETI di Batang Natal dan Lingga Bayu dapat ditekan, sekaligus memperkuat koordinasi antara TNI, APH, dan masyarakat setempat untuk penegakan hukum yang lebih efektif.
Reporter: Magrifatulloh



