Makassar, Kabartujuhsatu.news, Mengakhiri rangkaian kegiatan Amaliah Ramadan 1447 Hijriah, SMP Negeri 1 Makassar menggelar acara penutupan Pesantren Kilat yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada siswa kurang mampu. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah pada Jumat (13/3/2026) dan diikuti oleh para siswa, guru, serta pengurus OSIS.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan nilai-nilai yang diperoleh siswa selama mengikuti Pesantren Kilat yang telah berlangsung selama sepekan. Selain mendapatkan materi keagamaan, para siswa juga diajak untuk menumbuhkan kepedulian sosial melalui aksi berbagi kepada sesama.
Kepala SMP Negeri 1 Makassar, Dr. Suaib Ramli, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari pembelajaran yang diterima para siswa selama kegiatan Pesantren Kilat Ramadan.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya cukup melalui teori di dalam kelas, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan sosial.
“Kami ingin memberikan warna bahwa dalam Pesantren Amaliah Ramadan ini bukan hanya teori yang diberikan kepada siswa, tetapi juga praktik langsung bagaimana indahnya berbagi kepada sesama,” ujar Suaib dalam sambutannya.
Hal menarik dari kegiatan sosial tersebut adalah seluruh bantuan sembako yang dibagikan berasal dari infak sukarela para siswa. Melalui koordinasi pengurus OSIS, para siswa mengumpulkan dana secara gotong royong. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli berbagai bahan kebutuhan pokok sebelum akhirnya dikemas menjadi paket sembako.
Para siswa bahkan terlibat langsung dalam proses pengemasan bantuan tersebut sebelum disalurkan kepada rekan-rekan mereka yang membutuhkan. Keterlibatan aktif siswa ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi sejak usia dini.
Suaib menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan motto SMP Negeri 1 Makassar, yakni “Always Bring the Best” atau selalu memberikan yang terbaik dalam setiap aktivitas yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah.
Dengan melibatkan seluruh peserta didik dalam kegiatan sosial ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dapat tertanam kuat dalam diri para siswa.
“Melalui kegiatan seperti ini kami berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah berencana menjadikan kegiatan berbagi ini sebagai agenda rutin yang akan terus dikembangkan di masa mendatang. Bahkan, ke depan aksi sosial tersebut tidak hanya menyasar warga sekolah, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan SMP Negeri 1 Makassar.
Untuk memperluas jangkauan bantuan, pihak sekolah juga berencana menggandeng berbagai pihak, termasuk dunia usaha, industri, serta para alumni sekolah agar kegiatan sosial ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan kita bisa berbagi lebih luas lagi, tidak hanya di lingkungan internal sekolah, tetapi juga kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kami juga akan berupaya melibatkan dunia usaha, industri, hingga para alumni agar aksi sosial ini semakin berkembang,” pungkas Suaib.
Kegiatan penutupan Pesantren Kilat ini pun berlangsung penuh kebersamaan dan menjadi momentum penting bagi para siswa untuk memahami makna Ramadan sebagai bulan untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.
(Red)



