Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Aksi cepat aparat kepolisian bersama pemerintah desa kembali mendapat apresiasi masyarakat. Seorang pria berinisial H (40), yang diketahui sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), akhirnya dievakuasi pada Senin malam (2/3/2026) sekitar pukul 23.00 WITA setelah sempat meresahkan warga Dusun Cakkuridi, Desa Abbanunge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.
Evakuasi dilakukan langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Abbanunge dan Desa Palangiseng AIPTU Sunardiono bersama Kepala Desa serta warga setempat.
Langkah cepat ini diambil menyusul laporan masyarakat yang mengaku resah akibat perilaku H yang beberapa kali mengamuk.
Bahkan, menurut keterangan warga, yang bersangkutan sempat mengganggu aktivitas ibadah saat masyarakat tengah melaksanakan Sholat Tarawih di masjid setempat.
Melihat situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), aparat kepolisian tidak langsung mengambil tindakan represif. Sebaliknya, pendekatan persuasif dan humanis menjadi pilihan utama.
AIPTU Sunardiono segera berkoordinasi dengan pihak keluarga serta petugas Puskesmas Cakkuridi guna mencari solusi terbaik.
Setelah dilakukan komunikasi intensif, keluarga menyetujui agar H dibawa untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di Rumah Sakit Jiwa Latemmamala Soppeng.
Proses evakuasi berlangsung aman dan tertib. Sekitar pukul 23.30 WITA, yang bersangkutan berhasil diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan humanis yang dilakukan personel di lapangan.
Menurutnya, penanganan terhadap ODGJ harus mengedepankan sisi kemanusiaan.
“Kami mengapresiasi respons cepat Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa dan warga. Penanganan seperti ini harus mengedepankan pendekatan kemanusiaan, karena ODGJ bukan untuk dihukum, tetapi untuk dibantu mendapatkan perawatan yang layak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepolisian akan terus hadir dalam setiap permasalahan sosial di tengah masyarakat, termasuk penanganan warga dengan gangguan kejiwaan yang membutuhkan perhatian khusus.
Langkah evakuasi tersebut mendapat dukungan penuh dari warga Dusun Cakkuridi. Mereka berharap, setelah mendapatkan perawatan intensif, H dapat kembali pulih dan beraktivitas normal seperti sebelumnya.
AIPTU Sunardiono menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan semata-mata demi menjaga keamanan lingkungan sekaligus memastikan yang bersangkutan mendapatkan penanganan yang tepat.
“Kami utamakan komunikasi dengan keluarga dan tenaga kesehatan. Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar dan warga juga mendukung. Harapan kami, setelah mendapat perawatan, yang bersangkutan bisa kembali pulih dan tidak lagi meresahkan,” ungkapnya.
Peristiwa ini menjadi bukti sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah Desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Hingga kini, situasi di Desa Abbanunge terpantau kembali kondusif.
(Red)



