Pemkab Soppeng Matangkan SID Optimalisasi Lahan Non Rawa, Dorong Program Listrik Masuk Sawah -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Pemkab Soppeng Matangkan SID Optimalisasi Lahan Non Rawa, Dorong Program Listrik Masuk Sawah

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 25 Maret 2026, Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-26T04:34:08Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui optimalisasi lahan non rawa.


    Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Survey Investigasi Desain (SID), yang berlangsung di ruang pimpinan Kantor Bupati Soppeng, Kamis (25/3/2026).


    Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng H Suwardi Haseng bersama sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya tim penyusun SID dari Universitas Hasanuddin, perwakilan PLN Cabang Soppeng, serta jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP).


    Turut hadir pula para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari berbagai kecamatan yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.


    FGD ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi serta merumuskan langkah konkret dalam pelaksanaan survei teknis optimalisasi lahan non rawa.


    Selain itu, forum ini juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan program prioritas daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian.


    Dalam arahannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi dengan Kementerian Pertanian.


    Salah satu fokus utama yang dibahas adalah implementasi program listrik masuk sawah sebagai solusi inovatif terhadap keterbatasan sumber air, terutama saat musim tanam.


    Menurutnya, ketersediaan listrik di area persawahan akan membuka peluang penggunaan teknologi pertanian modern, seperti pompanisasi air, yang dapat meningkatkan indeks tanam dan produktivitas lahan.


    “Program ini menjadi salah satu visi kami untuk menjawab tantangan pertanian di daerah, khususnya terkait ketersediaan air. Kami berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat realisasinya,” ujarnya.


    Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah merencanakan dukungan anggaran sekitar Rp67 miliar untuk Kabupaten Soppeng pada tahun ini.


    Anggaran tersebut akan difokuskan pada program Optimasi Lahan (OPLAH), yang mencakup berbagai intervensi teknis untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas lahan non rawa.


    Sementara itu, Ketua Tim Penyusun SID dari Universitas Hasanuddin, Andang Suryana Soma, Ph.D, menjelaskan bahwa penyusunan SID akan dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan potensi lahan, kondisi eksisting, serta kebutuhan riil kelompok tani.


    Ia menegaskan bahwa seluruh proses penentuan lokasi dan penerima manfaat program akan mengacu pada data calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang telah dihimpun oleh para penyuluh pertanian.


    “Pendekatan berbasis data ini penting untuk memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi petani,” jelasnya.


    Dari sisi dukungan infrastruktur, pihak PLN Cabang Soppeng menyampaikan kesiapan mereka dalam mendukung program tersebut, khususnya dalam penyediaan jaringan listrik di kawasan pertanian.


    Namun demikian, pembangunan jaringan tetap akan disesuaikan dengan kuota serta kapasitas yang tersedia.


    PLN juga menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendorong keberhasilan program optimalisasi lahan non rawa sebagai bagian dari upaya bersama menuju ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.


    Melalui pelaksanaan FGD ini, seluruh pihak yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman yang sama sebelum pelaksanaan SID di lapangan dimulai.


    Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, program ini diyakini mampu berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Soppeng.


    (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini