Konektivitas Ekonomi 2030, Andi Abdullah Rahim Dorong Luwu Utara Masuk Jaringan Ekonomi Terintegrasi di PSBM ke-26 -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Konektivitas Ekonomi 2030, Andi Abdullah Rahim Dorong Luwu Utara Masuk Jaringan Ekonomi Terintegrasi di PSBM ke-26

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 26 Maret 2026, Maret 26, 2026 WIB Last Updated 2026-03-26T08:36:26Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Di tengah arus transformasi digital dan percepatan ekonomi berbasis jaringan, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, tampil membawa visi masa depan saat menghadiri Forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke-26 di Makassar. Kamis (26/3/2026).


    Forum tahunan ini kini tidak lagi sekadar ruang temu saudagar, melainkan telah berevolusi menjadi hubungan kolaborasi ekonomi lintas daerah yang mengintegrasikan pelaku usaha, pemerintah, dan diaspora dalam satu ekosistem dinamis berbasis konektivitas.


    Dengan mengusung semangat “ekonomi terhubung”, PSBM ke-26 menghadirkan pendekatan baru dalam membangun kekuatan regional, menggabungkan potensi lokal dengan jaringan global yang semakin tanpa batas.


    Dalam forum tersebut, Andi Abdullah Rahim menekankan bahwa masa depan daerah tidak lagi ditentukan oleh sumber daya semata, tetapi oleh kemampuan membangun konektivitas yang cerdas dan adaptif.


    “Kita sedang memasuki era di mana kekuatan ekonomi tidak berdiri sendiri. Konektivitas antarwilayah menjadi fondasi utama untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.


    Menurutnya, Kabupaten Luwu Utara memiliki peluang besar untuk masuk dalam jaringan ekonomi terintegrasi melalui sektor unggulan sepertinPertanian berbasis teknologi, Perkebunan berkelanjutan dan UMKM yang terdigitalisasi. 


    Dengan dukungan jaringan seperti PSBM, potensi tersebut dapat terhubung langsung ke pasar regional hingga nasional secara lebih efisien.


    PSBM ke-26 memperlihatkan bagaimana model kolaborasi tradisional kini bertransformasi menjadi platform strategis berbasis jaringan. Para saudagar, investor, dan pemimpin daerah tidak hanya bertukar ide, tetapi juga membangun skema kerja sama yang lebih terstruktur dan berdampak.


    Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dinilai sebagai langkah progresif dalam Membuka jalur investasi baru, Memperluas akses distribusi produk lokal, Mengintegrasikan ekonomi daerah ke dalam ekosistem yang lebih luas.


    Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa investasi masa depan harus bersifat presisi dan berdampak langsung, tidak hanya menciptakan lapangan kerja tetapi juga memperkuat daya saing daerah.


    Menariknya, di tengah nuansa futuristik dan digitalisasi, PSBM tetap mempertahankan akar budayanya. Nilai-nilai Bugis-Makassar seperti Gotong royong Kejujuran dan Etos kerja tinggi, justru diposisikan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global.


    “Teknologi bisa berkembang cepat, tetapi nilai budaya adalah kompas yang menjaga arah pembangunan,” ujarnya.


    Dalam perspektif ini, budaya tidak lagi dilihat sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai aset strategis untuk membangun identitas ekonomi yang kuat dan berdaya saing global.


    Melalui momentum PSBM ke-26, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara optimistis dapat mempercepat transformasi menuju daerah yang Terhubung secara ekonomi dan Adaptif terhadap perubahan global serta Berbasis potensi lokal yang terintegrasi.


    Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Luwu Utara diproyeksikan menjadi bagian dari jaringan ekonomi Sulawesi Selatan yang semakin solid dan kompetitif.


    PSBM ke-26 menegaskan satu hal penting, masa depan ekonomi tidak dibangun secara sendiri-sendiri, melainkan melalui koneksi, kolaborasi, dan keberanian untuk beradaptasi.


    Dari Makassar, visi itu kini mulai dirancang, menuju Sulawesi Selatan yang tidak hanya kuat secara lokal, tetapi juga terhubung secara global.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini