Pemkot Makassar Sambut Delegasi APEC, Perkuat Komitmen Peningkatan Kesehatan Anak
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Pemkot Makassar Sambut Delegasi APEC, Perkuat Komitmen Peningkatan Kesehatan Anak

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 21 Januari 2026, Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T18:44:17Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news,  Pemerintah Kota Makassar menyambut hangat kedatangan delegasi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dalam rangkaian Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce yang dirangkaikan dengan Gala Dinner, Rabu malam (21/1/2026). 


    Kegiatan internasional ini diselenggarakan oleh Poltekkes Kementerian Kesehatan RI dan menjadi momentum strategis penguatan diplomasi kesehatan anak di kawasan Asia Pasifik.


    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, secara langsung menerima para delegasi dari berbagai negara anggota APEC di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar. 


    Kehadiran forum internasional ini menegaskan posisi Makassar sebagai kota yang aktif mendukung isu kesehatan global, khususnya kesehatan ibu dan anak.


    Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Makassar sebagai tuan rumah kegiatan berskala internasional tersebut. 


    Ia menegaskan bahwa workshop ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Makassar, yakni Makassar Menuju MULIA (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).


    “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan rasa senang dan bangga dapat menyambut seluruh delegasi APEC. Kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat komitmen bersama meningkatkan kualitas kesehatan anak,” ujar Appi.


    Menurut Appi, penyelenggaraan pertemuan internasional di Makassar memiliki arti strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas negara, khususnya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengurangi prevalensi stunting, serta meningkatkan mutu layanan kesehatan anak di daerah.


    Forum ini, lanjut dia, menjadi wadah penting membangun sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan.


    “Kami berharap hasil workshop ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi melahirkan rekomendasi aplikatif yang dapat langsung diimplementasikan untuk pengembangan layanan kesehatan anak di Makassar,” tegasnya.


    Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan kompetitif demi kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah yang selaras dengan peningkatan kualitas kesehatan.


    Appi menambahkan, Gala Dinner yang digelar tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga ruang membangun keakraban, mempererat hubungan antarpeserta, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas negara.


    “Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menemukan solusi inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan anak di masa kini dan mendatang,” ujarnya.


    Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar juga menyampaikan terima kasih kepada Poltekkes Makassar dan APEC atas kepercayaan yang diberikan.


    Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop APEC yang berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan anak.


    “Workshop ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam pengelolaan kesehatan anak. Sinergi lintas negara sangat penting untuk menjawab tantangan kesehatan anak di masa depan,” kata Aliyah.



    Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendukung kolaborasi internasional dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.


    Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus dalam sambutannya pada pembukaan workshop menekankan pentingnya investasi berkelanjutan pada tenaga kesehatan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.


    “Kesehatan anak adalah fondasi masa depan. Investasi pada pendidikan, pelatihan berkelanjutan, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak,” ujarnya.


    Ia mengungkapkan bahwa kesenjangan capaian kesehatan anak antarnegara APEC masih cukup lebar. Berdasarkan data World Population Review, angka kematian bayi di Indonesia masih berada di angka 18,9 per 1.000 kelahiran hidup, lebih tinggi dibandingkan negara maju di kawasan Asia Pasifik.


    Workshop yang berlangsung selama 20–22 Januari 2026 ini diikuti oleh sembilan ekonomi anggota APEC, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Filipina, Chinese Taipei, Thailand, dan Viet Nam.


    Agenda kegiatan meliputi tujuh sesi pleno, focus group discussion (FGD), sesi berbagi praktik terbaik, hingga perumusan rekomendasi bersama. 


    Materi utama mencakup penerapan Manajemen Terpadu Penyakit Anak (IMCI), promosi kesehatan usia dini, serta penguatan peran komunitas.


    Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Kementerian Kesehatan RI dan berbagai organisasi internasional, seperti UNICEF, WHO Western Pacific Region, Save the Children, UNFPA, serta akademisi dan pakar kesehatan anak dari dalam dan luar negeri.


    Melalui kolaborasi lintas ekonomi APEC ini, Indonesia berharap dapat mempercepat peningkatan derajat kesehatan anak, memperkecil kesenjangan layanan kesehatan, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan generasi Asia Pasifik yang lebih sehat dan berdaya saing.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini