Makassar, Kabartujuhsatu.news, Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Salah satu dosen terbaiknya, Mutmainnah, berhasil meraih gelar Doktor (PhD) dari Eindhoven University of Technology (TU/e), Belanda, dalam bidang Building Physics (Fisika Bangunan), Department of the Built Environment.
Gelar doktor tersebut diraih setelah ia sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor pada Selasa, 6 Januari 2026.
Ujian doktor atau PhD Defense tersebut dipimpin oleh Prof. dr. ir. M.C.J. Hornikx dan melibatkan jajaran penguji internasional dari berbagai negara. Mereka terdiri atas Prof. dr. ir. P.J.V. van Wesemael dan Prof. dr. ir. J.L.M. Hensen dari TU/e Belanda, Prof. dr. W. Liu dari Tianjin University, China, serta Prof. dr. ir. L. Georges dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), Norwegia.
Dalam proses akademiknya, Mutmainnah dibimbing oleh Prof. dr. ir. Twan van Hooff sebagai promotor dan Dr. ir. Stefanie Gillmeier sebagai ko-promotor.
Angkat Isu Kenyamanan Termal di Iklim Tropis Lembap
Dalam disertasinya yang berjudul “Ceiling and Attic Ventilation to Improve the Indoor Thermal Environment of Residential Buildings in Hot-Humid Climates”, Mutmainnah menyoroti persoalan kenyamanan termal bangunan hunian di wilayah beriklim tropis lembap, seperti Indonesia.
Penelitian tersebut secara khusus mengkaji potensi ventilasi pasif sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan dan hemat energi.
Menurut Mutmainnah, penelitian ini berangkat dari fakta bahwa sebagian besar aktivitas manusia modern dilakukan di dalam ruangan.
“Sekitar 90 persen aktivitas manusia berlangsung di dalam ruangan. Oleh karena itu, kualitas lingkungan termal di dalam bangunan sangat berpengaruh terhadap kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas manusia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa di negara-negara tropis lembap, penggunaan pendingin udara (AC) masih menjadi solusi utama untuk mengatasi panas dalam bangunan. Namun, kondisi ini berdampak pada meningkatnya konsumsi energi rumah tangga dan beban lingkungan.
“Ketergantungan pada AC meningkatkan konsumsi energi secara signifikan. Di sisi lain, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan ekonomi untuk menggunakannya.
"Karena itu, perlu dikembangkan solusi desain bangunan yang lebih terjangkau, berkelanjutan, dan sesuai dengan iklim lokal,” jelas dosen asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tersebut.
Ventilasi Pasif sebagai Solusi Desain Berkelanjutan
Melalui risetnya, Mutmainnah menawarkan pendekatan desain berbasis ventilasi pasif, seperti penggunaan plafon berperforasi dan penerapan ventilasi loteng (attic ventilation).
Strategi ini terbukti mampu memperbaiki distribusi udara dan menurunkan suhu ruang dalam, sehingga meningkatkan kenyamanan termal tanpa ketergantungan berlebih pada sistem pendingin mekanis.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan ilmiah yang komprehensif melalui integrasi tiga metode utama, yaitu:
Pengujian eksperimental menggunakan Atmospheric Boundary Layer Wind Tunnel.
Simulasi numerik Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan perangkat lunak ANSYS Fluent.
Simulasi kinerja energi bangunan (Building Energy Simulation/BES) menggunakan EnergyPlus.
Model bangunan yang diteliti dirancang menyerupai hunian nyata di wilayah tropis lembap, khususnya Indonesia, dengan data iklim yang mengacu pada kondisi Kota Makassar.
Kontribusi Ilmiah dan Pengakuan Internasional
Penelitian Mutmainnah tercatat sebagai studi pionir karena menggunakan model bangunan realistis secara lengkap, meliputi atap pelana, bukaan, plafon, serta partisi internal, dalam pengujian wind tunnel.
Pendekatan ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang umumnya hanya menggunakan model bangunan sederhana.
Para penguji memberikan apresiasi tinggi terhadap disertasi tersebut. Mereka menilai penelitian ini berhasil mengintegrasikan tiga metode analisis utama, wind tunnel, CFD, dan BES yang masih jarang dilakukan secara terpadu dalam satu riset.
Hasil penelitian ini dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu fisika bangunan, khususnya dalam memahami mekanisme ventilasi silang dan desain hunian adaptif terhadap iklim tropis lembap.
Publikasi dan Kiprah Global
Hasil riset Mutmainnah telah dipublikasikan dalam tiga jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1, di antaranya Journal of Wind Engineering and Industrial Aerodynamics serta Building and Environment.
Selain itu, penelitian ini juga telah dipresentasikan dalam berbagai konferensi internasional di Prancis, Kanada, dan Swedia, serta dijadwalkan akan dipresentasikan pada Indoor Air Conference di Singapura pada Juni 2026.
Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Mutmainnah, tetapi juga membawa nama baik UIN Alauddin Makassar di kancah akademik internasional, sekaligus membuka peluang pengembangan desain hunian yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah tropis.
(Red)




