Makassar, Kabartujuhsatu.news, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menorehkan capaian akademik dengan rencana pengukuhan tiga dosen senior sebagai Guru Besar tetap.
Pengukuhan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 9 Februari 2025 dan menjadi momentum penting bagi penguatan kualitas tridarma perguruan tinggi di lingkungan kampus tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh Humas UIN Alauddin Makassar kepada media pada Rabu (28/1/2026).
Dalam keterangannya, pihak universitas menyebutkan bahwa ketiga akademisi tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku untuk jabatan fungsional tertinggi dosen di Indonesia.
Ketiga akademisi yang akan dikukuhkan sebagai Guru Besar tetap berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, namun memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan keilmuan Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Adapun akademisi yang akan dikukuhkan adalah Prof. Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I., yang akan menyandang jabatan Guru Besar dalam Ranting Ilmu atau Kepakaran Pendidikan Islam Kontemporer.
Selama ini, Prof. Andi Achruh dikenal aktif dalam kajian dan pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk isu moderasi beragama dan transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Selanjutnya, Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag. akan dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ranting Ilmu atau Kepakaran Teologi Kebudayaan Islam.
Kepakaran ini menitikberatkan pada kajian hubungan antara ajaran Islam dan dinamika kebudayaan masyarakat.
Karya-karya akademiknya banyak membahas integrasi nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal dalam kehidupan sosial keagamaan.
Sementara itu, akademisi ketiga yang akan dikukuhkan adalah Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A., yang akan menyandang jabatan Guru Besar dalam Ranting Ilmu atau Kepakaran Ushul Fikih.
Bidang ini merupakan salah satu cabang keilmuan fundamental dalam studi hukum Islam yang berperan penting dalam pengembangan metodologi penetapan hukum Islam yang kontekstual.
Pengukuhan Guru Besar ini dinilai menjadi langkah strategis UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat kapasitas keilmuan dan riset.
Dengan bertambahnya jumlah Guru Besar, universitas diharapkan semakin mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya kajian keislaman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Selain itu, keberadaan Guru Besar juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, publikasi ilmiah, serta kolaborasi riset baik di tingkat nasional maupun internasional.
Hal ini sejalan dengan visi UIN Alauddin Makassar untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis integrasi keislaman dan keilmuan.
Rencana pengukuhan ini pun mendapat sambutan positif dari civitas akademika. Banyak pihak menilai bahwa pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para akademisi yang dikukuhkan, tetapi juga menjadi motivasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi ilmiah.
UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang berdaya saing dan berkarakter.
(Red)




