Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Soppeng, Rabu (9/9/2026). Personel Polres Soppeng bersama tim gabungan kembali dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api meluas.
Kebakaran tersebut merupakan kejadian lanjutan setelah sebelumnya dilakukan upaya pemadaman pada Selasa (8/9/2026). Namun, sejumlah titik api kembali ditemukan sehingga penanganan kembali dilakukan di lapangan.
Kegiatan penanganan dipimpin Kepala Dinas Kehutanan dengan melibatkan personel Polres Soppeng serta unsur terkait lainnya. Petugas melakukan pemadaman sekaligus pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Kehadiran personel kepolisian difokuskan pada percepatan penanganan dan pencegahan agar api tidak menjalar ke kawasan lain yang berpotensi terdampak.
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya penanganan Karhutla bersama instansi terkait.
Menurutnya, munculnya kembali titik api setelah pemadaman menjadi perhatian serius sehingga diperlukan pemantauan secara berkelanjutan.
“Penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat dan berkelanjutan. Kami akan terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan bersama instansi terkait untuk mencegah munculnya kembali titik api,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki potensi rawan Karhutla.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Hingga kini, personel Polres Soppeng bersama tim gabungan masih melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi api terkendali sekaligus mencegah kebakaran kembali meluas.
(Red)
