Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran mengikuti Video Conference (Vicon) Analisis dan Evaluasi (Anev) situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas), Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, dimulai sekitar pukul 16.00 WITA dan berakhir pada pukul 22.45 WITA.
Anev tersebut dilaksanakan secara terpusat dari Ruang Pusdalsis Stamaops Mabes Polri dan dipimpin langsung Kapolri, didampingi Wakapolri serta para pejabat utama Mabes Polri. Kegiatan diikuti jajaran kepolisian dari tingkat Polda hingga Polres di seluruh Indonesia.
Di Mapolres Soppeng, Vicon diikuti Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, para Kasat, Kapolsek, Kasi serta sejumlah perwira.
Dalam Anev tersebut, jajaran Polri mendapat sejumlah penekanan terkait dinamika kamtibmas yang berkembang, termasuk potensi kegiatan penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa, organisasi kemasyarakatan maupun elemen masyarakat lainnya.
Polri meminta seluruh jajaran melakukan pemantauan dan pemetaan situasi secara dini. Setiap potensi aksi diharapkan dapat diantisipasi melalui komunikasi, koordinasi serta pendekatan persuasif dengan mengedepankan dialog bersama koordinator lapangan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus menghindari eskalasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap potensi rangkaian aksi unjuk rasa yang lazim terjadi pada September, terutama yang berkaitan dengan isu hak asasi manusia dan berbagai agenda krusial lainnya.
Selain kesiapan personel, kepolisian juga menekankan pentingnya memastikan sarana dan prasarana pendukung telah tersedia sebelum pelaksanaan tugas.
Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran juga diingatkan agar pengerahan personel disesuaikan dengan skala ancaman. Keselamatan dan kesehatan anggota menjadi prioritas, termasuk memastikan penggunaan alat pelindung diri (APD) serta masker ketika bertugas di lokasi kebakaran.
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan seluruh arahan pimpinan akan menjadi pedoman bagi jajaran dalam menentukan langkah kepolisian di wilayah hukum Polres Soppeng.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak semata-mata diukur dari jumlah personel yang dikerahkan, tetapi juga dari kemampuan anggota membaca situasi, kesiapan perlengkapan serta ketepatan dalam mengambil tindakan.
“Personel harus mampu membaca situasi, mengedepankan komunikasi dan bertindak sesuai prosedur. Dalam setiap pelaksanaan tugas, keselamatan masyarakat dan keselamatan personel harus menjadi perhatian bersama. Kesiapan bukan hanya soal jumlah personel, tetapi juga kesiapan sarana, perlengkapan dan cara bertindak,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendekatan humanis dan tindakan terukur harus tetap menjadi landasan dalam menghadapi setiap dinamika di lapangan.
Melalui Anev tersebut, Polres Soppeng memperkuat koordinasi internal sekaligus melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kesiapan kepolisian menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Soppeng, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga selesai pada pukul 22.45 WITA.
(Red/Her)
