Kendari, Kabartujuhsatu.news, Memasuki hari ke-64, Kaderisasi Pencak Silat Militer (Kadertih PSM) Korem 143/HO terus digenjot. Latihan intensif tersebut menjadi bagian dari upaya mematangkan kemampuan bela diri militer sekaligus memperkuat kesiapan fisik, mental, disiplin, dan kekompakan prajurit.
Kegiatan berlangsung di Makorem 143/HO, Kendari, Sulawesi Tenggara, dan menjadi salah satu rangkaian persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.
Kapenrem 143/HO Kapten Inf Rahman Hina, S.Pd., dalam keterangannya di Kendari, Sabtu (12/9/2026), mengatakan latihan pada hari ke-64 difokuskan pada pemantapan penguasaan gerakan serta peningkatan kekompakan antarpeserta.
“Memasuki hari ke-64, latihan terus kita mantapkan. Setiap gerakan harus semakin dikuasai, kompak dan presisi. Ini merupakan bagian dari kesiapan prajurit sekaligus pemantapan untuk menyambut HUT TNI,” ujarnya.
Dalam latihan tersebut, peserta tidak hanya dituntut menguasai teknik dasar Pencak Silat Militer. Mereka juga harus mampu menampilkan setiap rangkaian gerakan secara serentak, disiplin, tepat, dan penuh semangat.
Gerakan dilakukan berulang secara terukur untuk membentuk kekuatan, kelenturan, kecepatan, ketahanan fisik, hingga koordinasi. Setiap kesalahan gerakan menjadi bagian dari proses evaluasi agar penampilan tim semakin solid.
Kekompakan menjadi perhatian penting. Sebab, kemampuan individu harus mampu melebur menjadi satu kesatuan gerakan yang rapi dan presisi.
Meski latihan membutuhkan stamina dan konsentrasi tinggi, para peserta tetap menunjukkan semangat serta disiplin selama mengikuti seluruh tahapan.
Konsistensi latihan diharapkan tidak hanya menghasilkan penampilan yang maksimal, tetapi juga membentuk prajurit dengan kemampuan bela diri militer, fisik prima, mental tangguh, serta karakter disiplin yang kuat.
Hari ke-64 menjadi penanda bahwa proses pematangan masih terus berjalan. Menjelang HUT ke-81 TNI, prajurit Korem 143/HO terus digenjot untuk meningkatkan kualitas, menjaga kekompakan, dan menunjukkan profesionalisme sebagai prajurit TNI AD.
(Red)
